ITDC garap potensi kuliner lokal melalui pembinaan kepada paguyuban pedagang

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Keterlibatan paguyuban pedagang pantai, dalam setiap event pariwisata di Pulau Peninsula, kedepan nampaknya akan semakin mendapatkan porsi yang lebih ditonjolkan oleh pihak ITDC. Hal tersebut seiring dengan rencana ITDC untuk membuat Pulau Peninsula semakin kaya dengan berbagai event dan atraksi, salah satunya di bidang kuliner. Untuk mencapai target tersebut, pihak ITDC terus melakukan pelatihan dan pembinaan kepada pedagang pantai dalam program Kemitraan Bina Lingkungan. Dimana Jumat (7/12) para peguyuban pedagang di nusa Uda, khususnya dibidang kuliner telah dikumpulkan untuk mengikuti cooking class dari pihak Indonesia Cheff Asociation.

 

Kepala Devisi Operasional Nusa Dua ITDC, Made Pariwijaya disela-sela acara menerangkan Cooking class yang diadakan bekerjasama dengan ICA Bali. Bertujuan untuk meningkatkan standar layanan dan standar kualitas yang disajikan para paguyuban pedagang, yang notabene menjadi mitra binaan ITDC. Dengan pelatihan tersebut ITDC ingin para pedagang untuk mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya, dalam memberikan penyajian food and beverage. Sehingga perkembangan kawasan mampu diimbangi layanan yang diberikan oleh masyarakat penyangga. “Untuk kali ini yang kita dilatih ada sekitar 30 orang dari 3 paguyuban, masing-masing jumlahnya 10 orang, yaitu paguyuban Sekar Sari, Peninsula dan Yasa Segara. Mereka ini merupakan bagian masyarakat Desa penyangga, yang akan melakukan cooking class dari tanggal 7 Desember hingga 22 Pebruari. Pelatihan dilakukan tiap hari jumat selama 3 jam, dengan lokasi di leher pulau Peninsula,”terang Pariwijaya.

 

Pelatihan tersebut dinilainya sangat penting untuk menciptakan hubungan keseimbangan, kesetaraan dan pemerataan pendapatan di kawasan Nusa Dua. Sehingga tercipta hubungan yang saling melengkapi, sebab disadarinya ITDC tidak akan maju tanpa dukungan masyarakat penyangga. Melalui pelatihan tersebut, kedepannya menu masakan lokal di Nusa Dua akan dapat terstandar, siapapun pedagang yang melayani diharapkan mampu menyajikan dengan standar yang terjaga. “Kata berencana akan menciptakan suatu menu khusus khas nusa dua, yang bisa diangkat sesuai karakteristik dan potensi wilayah. Sehingga orang akan teringat, ketika mereka datang ke nusa dua maka mereka wajib mengetahui menu khasnya,”paparnya.

 

Pelatihan dan pembinaan tersebut diakuinya akan dilaksanakan secara berkesinambungan, sebab kedepan para pedagang itu akan dibuatkan semacam street food festival atau balines festival. Mereka juga nantinya akan dilibatkan lebih banyak dalam event Nusa Dua heritage food festival, Nusa Dua Fiesta dan event lainnya di Nusa Dua. Sebab hal itu diyakininya tentu akan semakin membuat pulau Peninsula semakin atraktif, yang berdampak pada hunian kawasan.

 

Sementara ketua LPM kelurahan Benoa, Wayan Ambara Putra berharap melalui pelatihan tersebut para paguyuban pedagang pantai bisa meningkatkan standar makanan dan pelayanannya. Sebab selain menyangkut mutu, higienitas, kualitas penyajian makanan dan variasi makanan, pelatihan tersebut diharapkan semakin memperkaya menu varian makanan yang disajikan. Jangan sampai semua menu makanan pedagang sama, sehingga membuat kurang menarik bagi calon pembeli. “Saya harap agar jangan makanan barat saja yang dilatih, tapi juga lokal tradisional yang tentunya sudah dimodifikasi lebih bagus. Dengan peningkatan standar, mutu kualitas, tanpa meninggalkan tradisi di Nusa Dua. Saya harap ini akan memberikan nilai plus bagi wisatawan dan bagi pedagang sendiri, serta menambah motivasi pedagang,”harap Ambara. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!