Ironis, Jadi Sumber Mata Air, Desa Sesaot Justru tak Tersentuh Layanan PDAM

posbali.id

LOBAR, POSBALI.ID – Desa Sesaot merupakan salah satu daerah sumber air  bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang untuk disuplay ke para pelanggan di daerah Lobar, Kota Mataram dan sekitarnya. Ironisnya meskipun sebagai daerah sumber mata air, faktanya daerah ini tak tersentuh pelayanan air bersih.

Akibatnya sekitar 5.860 jiwa lebih penduduk di desa itu selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk bisa memperoleh air bersih, warga swadaya memasang pipa. Bahkan mereka rela urunan membeli lahan dan sumber mata air agar bisa mendapatkan air.

Ditemui saat gotong royong memasang pipa air bersih, Andi warga Dusun Sambik Baru, Desa Sesaot mengaku sejak dulu warga setempat bergantung dari mata air. Warga jelasnya swadaya memasang pipa sejak tahun 2002 lalu. Namun banyak kendala yang dihadapi warga, mulai dari mata airnya yang tidak jernih dan keruh, banyak pipa yang rusak ditimbun tanah longsor. “Kemudian ditahun 2018 lalu, warga kumpul bermusyawah membeli tanah dan lokasi sumber air disalah satu tempat didusun kami seluas 1 are dengan harga Rp 25 juta dan kami ngumpulin uang sama-sama Rp 475.000,”bebernya.

Dikatakan, jarak sumber mata air dengan pemukiman warga sekitar 1.500 meter sehingga warga butuh pipa sepanjang 1500 meter. Perpipaan yang dipasang warga sendiri bantuan dari program desa yang dialokasikan dari Dana Desa (DD). Kondisi saat ini warga terkendala pipa yang masih kurang. Sehingga warga berencana akan musyawarah lagi untuk urunan membeli pipa. Warga juga berencana mengusulkan ke Pemerintah Daerah (Pemda) dan PDAM untuk membantu kekurangan pipa dan memasang jaringan perpipaan tersebut. Sebab tambahnya, dari mata air ini bergantung sekitar 350 jiwa penduduk setempat.

Bagi Kades Sesaot, Yuni Hariseni menjadi kebanggaan tersediri desanya menjadi penyuplai air bagi daerah lain. Namun disatu sisi menjadi ironi bagi warga setempat. “Ironisnya, air disuplay dari daerah kami (Sesaot) tapi banyak warga kami belum menikmati air bersih. Masih kesulitan mendapatkan air bersih,”keluhnya.

Seharusnya kata dia, daerahnya menjadi skala prioritas pelayanan air bersih sebab sebagai  sumber air. Sejauh ini dari 6 dusun di desanya belum ada yang disentuh pelayanan air bersih tersebut.

Untuk memperoleh air, warganya hanya mengandalkan mata air yang ada di daerah setempat. Seperti di Dusun Gontoran, warganya mendapatkan suplay air dari desa sebelah yakni Desa Pakuan. Warga di Sesaot Timur, kebutuhan air dipenuhi dari mata air di sekitar. Itupun kata dia, sumber mata air ini dipasangkan pipa bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Dari suplay air ini mampu mengkaper warga di dua dusun. Bahkan ada yang tidak terkaper sama sekali sebab letaknya di perbukitan. Seperti halnya di Dusun Sesaot Timur, ada sebagian warga yang tak mendapatkan suplay air.  Kemudian di Dusun Penangke, warga setempat bisa mendapatkan air dari perpipaan swadaya.

Di Dusun Sambik Baru ini, sebanyak 350 Kepala Keluarga (KK) mendapatkan air bersih dari pipa yang dibangun swadaya masyarakat. Padahal disana ada lahan perusahaan daerah air minum. Warga setempat kata dia, kalaupun tidak bisa menjadi pelanggan namun warga ingin sekedar mendapaatkan air bersih dari perusahaan daerah air minum. Sampai-sampai warga setempat kata dia rela membeli lokasi mata air agar mendapatkan air bersih.  Pihaknya sendiri sudah membantu warga setempat berupa perpipaan dari DD, sebab desa sendiri terbantu dengan warga sudah urunan membeli lahan.

Pihaknya juga sudah membuat proposal usulan ke pihak PDAM, sejauh ini ada respon namun masih perlu dilakukan peninjauan lokasi. Pihaknya sudah mengusulkan ke PDAM agar warga setempat menjadi pelanggan. Masyarakat bahkan kata dia siap membayar seperti halnya pelanggan pada umumnya, asalkan mendapatkan pelayanan air bersih. Sejauh ini, pihak PDAM sendiri belum merealisasikan usulan tersebut.

Sementara itu, Kadis PUPR Lobar, I Made Artadana mengatakan pihaknya perlu turun mengecek lokasi titik-titik yang kesulitan mendapatkan air bersih. “Kami akan cek titik lokasi disana, beri kami waktu,”katanya.

Terkait koordinasi dengan PDAM dalam pelayanan dasar ini, menurutnya mestinya ada. Sebab kali ini menyangkut optimalisasi penyediaan air disana. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PDAM dan BWS. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!