Investor Air Tiga Gili Harus Taat Aturan

posbali.id

KLU, POS BALI ONLINE – Investor penyedia air bersih yang berniat masuk ke tiga gili (Trawangan, Meno dan Air) diisyaratkan adalah investor yang taat pada aturan. Demikian diungkapkan, Bupati Dr. H. Najmul Akhyar,SH.MH., Senin (8/8) di Tanjung.

“Siapapun Investornya, kita tetap terbuka. Namun, kami tetap akan memilih investor yang taat pada aturan. Seperti di tiga gili misalnya di mana ada beberapa investor air bersih yang ingin berinvestasi sekarang ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, sedikitnya terdapat dua investor yang ingin berinvestasi air bersih di tiga gili. Mereka masing-masing PT. Berjaya Lombok Tirta (BLT) dan PT. Berkat Air Laut (BAL). bedanya, PT. BAL sudah lebih dulu membangun jaringan dan beroperasi di Gili Trawangan meski belum mengantongi izin operasional dari pemerintah. Demikian halnya jaringan pipa yang sudah dibangunnya sekarang ini di gili Meno yang saat ini tengah mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan termasuk dewan. Sedangkan, PT. BLT yang sudah melakukan ekspose terkait rencananya ingin berinvestasi air bersih saat ini tengah melakukan kajian setelah mendapat lampu hijau dari pemkab Lombok Utara.

PT BAL dalam ekspose di KPPT beberapa waktu lalu menjelaskan izin operasional di Trawangan saat ini tengah berproses di Dirjen Sumber Daya Air Kementrian PU dan Perumahan Rakyat. Untuk mekanisme pengambilan air yang saat ini sedang berlangsung di Trawangan sudah mendapatkan rekomendasi teknis dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I.

Sedangkan pertimbangan lainnya juga mengacu pada Permen PU PR RI Nomor 01/PRT/M/2016 tentang tata cara pengusahaan sumber daya air dan penggunaan sumber daya air bab I, pasal 1 ayat 2 kajian terhadap dampak pengambilan air terhadap sumber air laut sesuai dengan dokumen lingkungan hidup yang disampaikan PT BAL (UKL/UPL tahun 2012) tidak terdapat dampak negatif yang berarti terhadap sumber air dan ekosistem laut.

“Intinya kita mengikuti aturan saja. Tidak berdasarkan keinginan sendiri. Karena aturan harus ditaati,” tegas bupati.

Menanggapi persoalan PT. BAL yang belum mengantongi izin operasional di Trawangan karena tidak sesuai dengan izin pemanfaatannya karena melakukan pengeboran. Bupati mengatakan, sebtulnya PT. BAL sejak awal sudah mengajukan permohonan serta bersedia menyetorkan retribusi sebesar yang inginkan pemda. Namun, menurut bupati, terbentur aturan regulasi yang belum ada sehingga tidak ada dasar pemda melakukan penarikan.

“Saya harap semuanya segera jelas, agar yang lengkap izinya segera diberikan jalan dan yang tidak harus ditertibkan. Kalau memang sudah sesuai jangan dipersulit. Prinsipnya sesuai aturan saja,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara, Ardianto mengatakan keberadaan investor di Lombok Utara sangat penting. Namun, harus diingat pula bahwa investor yang baik adalaha investor yang taat pada aturan yang diterapkan. Pasalnya, tidak dibenarkan juga PT. BAL membangun sebelum mengantongi izin pemerintah. Kalau seperti itu, menurutnya, daerah sama saja diatur oleh investor.

“Kita bisa bekerjasama dengan PDAM yang kita punya kalau memang pemda juga memiliki kemampuan untuk itu,”tandasnya. 034

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!