Ini Alasan Megawati Rekomendasikan KBS – ACE

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Teka-teki siapakah yang akan direkomendasikan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri terjawab sudah. Lewat pidatonya yang disiarkan langsung oleh sejumlah TV nasional dan lokal, sesuai janjinya bertepatan Hari Kuningan, Megawati menyebut nama Dr.Ir Wayan Koster, MM yang sangat dikenal dengan Koster Bali Satu (KBS) direkomendasikan sebagai Calon Gubernur Bali pada Pilgub Bali 2018. Pendampingnya tentu saja yang santer dimediakan selama ini, yakni Tjokorda Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace sebagai wakil gubernur di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Sabtu (11/11/2017).

Nah, apa alasan Megawati merekomendasikan pasangan KBS – ACE yang langsung diumumkan dengan balutan pagelaran budaya disaksikan para pengurus DPP dan DPD serta bupati dan wakil bupati dari PDIP se- Bali itu? Menurut Megawati dibandingkan calon gubernur lainnya yang mendaftar, seperti IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Ni Putu Eka Wiryastuti maupun yang tidak mendaftar diantaranya AA Ngurah Puspayoga dan Wisnu Bawa Tenaya (WBT), KBS memang tidak memper atau Bahasa Jawanya itu artinya tidak keren. Namun Putri Proklamator Bung Karno itu, mengaku tetap kukuh untuk memilih KBS. “Banyak yang nanyain, itu orangnya ga memper kata orang jawa. Kalau pilih kan yang besar dan gagah. Tapi saya tetap sesuai pendirian menentukan pilihan,” ujarnya.

Disamping itu, pria kelahiran Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng, 20 Oktober 1962 yang menyelesaikan S1 di ITB bahkan sampai gelar S3, dikatakan Megawati selain pintar juga sudah pengalaman di legislatif karena harusnya kalau sebagai eksekutif mestinya pernah di legislatif biar paham tata kelola pemerintahan. “Memilih pemimpin yang harus mengerti tata pemerintahan. Dasarnya tata negara, jadi negara ditata, penatanya harus ada orang. Siapa ya itu dia (KBS, red) orangnya,” sebutnya seraya mengaku sangat susah menentukan pilihan siapa yang direkomendasikan, karena yang mendaftar dan ingin jadi Calon Gubernur Bali sangat banyak. “Susah juga, harus dengar saran dan aspirasi. Tapi kan ada aturannya. Kadang orangnya bagus, tapi bukan itu patokannya. Karena kadang orang belum kenal dia sebagai sosok,” bebernya.

Sementara itu, Cok Ace yang menjadi duet KBS dari sejak awal dideklarasikan di Gianyar beberapa waktu lalu, tetap menjadi pilihan Megawati karena berasal dari Puri Ubud, Gianyar yang sudah sangat lama dikenalnya. “Wakilnya sudah kenal lama. Banyak juga kok yang melamar. Tapi saya minta yang lain legowo, karena kursinya cuma dua Cagub dan Cawagub. Karena banyak yang daftar saya merasa terhormat dan yang lainnya saya minta maaf,” sebutnya seraya mengakui figur wakilnya sangat berseberangan, karena tamatan S1 Teknik tapi S2 dan S3 di Sastra yang suka tarian magis. Tapi kalau dari fisik dikatakan lebih tinggi dan keren dibandingkan KBS. “Bukan artinya Koster tidak keren dan saya ambil sebagai wakil gubernurnya. Karena sebelumnya, belum ada setahun sudah buyar saja dan mau berkelahi saja. Tapi yang sekarang mudah-mudahan ini bisa dipersatukan kepemimpinannya,” jelasnya.

Ditegaskan kembali, kader PDI Perjuangan yang direkomendasikan harus jadi pemimpin di daerah, tapi hal itu tidak mudah. Karena itu, penentuan rekomendasi ini tidak ada istilah like this line dan arus berproses sehingga itu tidak mudah. “Kalau pasang ini sama itu, pasang itu sama ini kok ga bisa. Tapi saya bisa ingin mencalonkan diri saja kan lebih enak. Apalagi di Bali, kadang-kadang saya mikir seperti itu. Kenapa tidak? Bolehlah,” guyonnya sembari menegaakan Bali sebagai basis PDIP sehingga harus dimenangkan. “Aneh kan 5 tahun yang lalu Bali bergeser ke orang lain. Saya tidak menyebutkan caranya. Tapi saya mengatakan jika cara yang dilakukan terus menerus seperti itu tidak ada yang menjalankan demokrasi. Jadi jangan menggunakan cara-cara yang tidak sehat. Bawaslu dan Panwaslu harus menjalankan tugasnya dengan jujur dan adil,” sentilnya.

Megawati mengungkap banyak Surat Rekomendasi yang dipalsukan. Namun kertas Surat Rekomendasi KBS – ACE dijamin keasliannya, karena selain ditandatangani langsung dengan kertas, materai dan hologram khusus yang hanya dimiliki Megawati. “Ada rekomendasi palsu. Bahkan diipalsukan tandatangan saya. Ada itu, makanya saat deklarasi di Sumsel dan Jawa Timur kertasnya saja saya buat spesial dan hanya saya yang tahu ini bener apa gak. Pakai materi dan hologram hanya saya yang punya. Tapi masih juga ada yang dipalsukan,” sesal Megawati yang mengaku terus berpegang terhadap pendiriannya menentukan siapa yang direkomendasikan. “Kemenangan ini tidak untuk orang itu (KBS – ACE), tapi kemenangan partai. Sekarang pemilih 17 tahun keatas jumlahnya sangat tinggi sekali. Kalangan muda ini harus juga mereka garap agar menang,” tegasnya.

Usai membacakan siapa yang direkomendasikan untuk maju di Pilgub Bali, Megawati langsung menyerahkan surat rekomendasi kepada pasangan KBS – ACE yang disambut dan diiringi Tari Kecak khas Bali. Sesuai rencana, setelah pengumuman rekomendasi, KBS ACE bersama seluruh undangan lainnya dari Bali akan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Gunung Salak, Bogor untuk memohon restu, agar PDIP menjadi pemenang di Pilgub Bali 2018. Seperti diketahui sebelumnya, ada tiga nama sudah mendaftar sebagai bakal calon gubernur saat penjaringan Tim Nawasanga DPD PDIP Bali. Ketiganya yakni Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster yang juga Anggota DPR RI tiga periode dan peraih suara terbanyak DPR RI, Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.

Karena itu, untuk menentukan rekomendasi dari DPP PDIP yang akan diusung sebagai calon kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Bali mendatang, sebelumnya telah dilaksanakan “fit and proper test” di Kantor DPP PDI Perjuangan Jakarta. Bahkan, uji kelayakan dan kepatutan tersebut dipimpin langsung Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarno Putri. Pada saat uji kelayakan dan kepatutan itu, KBS disiapkan ruang khusus dan dipisahkan dari bakal calon kandidat yang lain, seperti IB Rai Dharmawijaya Mantra, Ni Putu Eka Wiryastuti, A.A. Rai Wirajaya dan Tjokorda Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, sampai akhirnya Surat Rekomendasi diberikan pasangan KBS – ACE. 016

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!