Ida Bagus Gde Adhi Jaya Artha, Perankan Jaya Prana Pada Film Pertama

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Dunia perfilman Bali mungkin tak setenar industri film nasional bahkan internasional. Namun, hal ini tak memutus niat para generasi muda Bali untuk mengasah kemampuan berakting melalui industri film lokal Bali yang memiliki basis penayangan di televisi lokal.

Salah satu pemain film Bali itu iyalah, Ida Bagus Gde Adhi Jaya Artha atau akrab disapa Ida Bagus Jayartha (Gus Jaya), seorang talent muda yang sempat membintangi beberapa judul film garapan Baliwood Cinema. Sempat berbincang bersama POS BALI di studio Radio Suara Sunari 89.4 FM, Jalan W.R. Supratman, Denpasar, Sabtu (4/11). Ida Bagus Jayartha berbagi kisah tentang perjalannya dalam menjalani dunia seni peran.

Ia menceritakan, pada awalnya tidak terlintas dibenaknya untuk bisa bermain pada sebuah film, karena memang tidak menekuni seni peran sejak awal. Namun nasib berkata lain, pada tahun 2015 ia ditawari untuk casting oleh Ida Bagus Purwa Sila (Gus Purwa) yang merupakan pengasuh dari Teater Mini Badung. “Itu pengalaman pertama saya bermain dalam sebuah drama klasik, dan Gus Purwa yang mengajari saya mendalami seni peran utamanya dalam mendalami karakter,” sebutnya.

Judul film pertama yang ia ikuti adalah Layon Sari Dan Jaya Prana pada awal 2016. Dan tak tanggung-tanggung, pada pengalaman pertamanya beradu acting, Gus Jaya telah dipercaya memerankan tokoh utama film sebagai Jaya Prana. Setelah itu ia pun bermain pada film Taskara, Jaya Pangus Dan Kang Cing Wie, Leak Ngakak, dan Mayadanawa, yang semua film itu digarap tahun 2016. “Dua film awal saya masih di Teater Mini Badung, kemudian masuk film ketiga saya pindah management di Baliwood Cinema,” kata Gus Jaya.

Pria kelahiran Denpasar, 5 Juni 1998 pun menceritakan kejadian unik ketika pertama kali akan ikut syuting film pertama. Dialek atau logat khas Bali yang ia miliki susah dihilangkan. Cara mengatasinya ia lakukan dengan sering-sering memakai Bahasa Indonesia di rumah, dan Gus Jaya juga sering ngomong sendiri ketika dijalan. Berkat latihan intensif dengan Gus Purwa akhirnya hal itu pun bisa diatasi. “Waktu syuting pertama itu saya juga merasa mental mulai down, karena banyak yang meragukan kemampuan saya dalam memerankan sosok Jaya Prana. Lalu saya curhat dengan Gus Purwa, saya banyak diberikan masukan sehingga kembali percaya diri,” ungkap alumnus SMANSA ini.

Ia pun mendapatkan support dari orang tua yang selalu hadir ketika ia syuting, selain itu Gus Jaya juga mendapatkan inspirasi dengan menyaksikan sinema india Mahadewa. Selain itu, iya juga mengagumi sosok aktor Hollywood Chris evans, yang berperan sebagai Captain America. “Saya mengidolakan dia, karena dia juga berbadan besar seperti saya, dan piawai memerankan berbagai peran pada setiap film-filmnya,” ujar pria yang beralamat di Jalan Buluh Indah.

Karena fokus pada kuliah, di tahun 2017 ia memilih untuk berhenti sejenak dalam dunia acting. “Karena kesibukan kuliah, dan tugas-tugas kampus yang selalu menanti di rumah. Saya berhenti sejenak dari dunia perfilman ini. Dan memang ada ajakan untuk bermain film, tapi terbatas pada waktu,” ungkap putra semata wayang dari pasangan Ida Bagus Made Oka Putrawan dan Ida Ayu Putu Sari Nuhari.

Ia pun saat ini tengah fokus pada seni lukis, sesuai dengan bidang pendidikan yang ia tekuni di Institut Seni Indonesia (ISI Denpasar) yaitu Jurusan Seni Lukis. “Fashion utama saya sebenarnya juga di seni lukis, bahkan dari umur empat tahun saya sudah suka melukis. Kalau disuruh memilih, saya ingin lebih memperdalam seni lukis ini. Karena saya menemukan jati diri ketika melukis, dan melukis juga seperti nyawa untuk saya,” pungkasnya. rah

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *