HIPMI Perkuatkan Ekosistem Techopreneur Kampus di STIMIK Primakara

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai wadah penggerak pengusaha muda juga akan memperkuat techopreneur kampus agar bisa bersaing di zaman melenia. Salah satunya dengan mengembangkan ekonomi digital yang saat ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang menjanjikan prospek atau masa depan cerah.

Karena itulah, Ketua Umum BPP HIPMI Pusat Bahlil Lahadalia mengungkapkan perlu membuka wawasan bisnis mahasiswa dan membakar semangat mereka untuk mulai membangun usaha termasuk menjadi technopreneur. “Kita ingin mengapreasi keberadaan kampus STMIK Primakara yang mampu menjadi kampus technopreneur dengan konsisten mencetak enterpreneur atau wirausahawan muda di bidang teknologi,” ujarnya usai memberi kuliah umum dengan tema “Solusi Cerdas Menjadi Pengusaha di Zaman Now” di Kampus STMIK Primakara Denpasar, Rabu (7/12/2017).

Selain itu STMIK Primakara menjadi salah satu kampus di Indonesia yang menjadi percontohan oleh pemerintah pusat dalam rangka membangun jiwa enterpreneurship atau kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Hal tersebut juga menjadi atensi HIMPI dengan menggalakkan program HIMPI Perguruan Tinggi sebagai upaya mendorong lebih banyak wirausaha muda lahir dari dunia kampus. “Salah satunya STMIK Primakara kami dorong semakin menguatkan positioning sebagai kampus technopreneur di Bali. Generasi muda di kampus harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan STMIK Primakara Made Artana menegaskan tidak heran jika banyak generasi millenial yang mengasah kemampuannya menjadi wirausaha berbasis teknologi atau technopreneur. Namun khusus untuk di Bali, ekosistem technopreneur ini masih kalah pamor dengan industri pariwisata sehingga diperlukan penguatan eksosistem agar mampu mengakomodir dan menggarap potensi ekonomi digital di Bali terutama yang lahir dari kalangan mahasiswa. “Yang paling penting saat ini adalah pembentukan dan penguatan ekosistem bagi berkembangnya technopreneur untuk menggarap potensi ekonomi digital yang begitu besar,” katanya.

Artana menganalogikan ekosistem technopreneur dalam ekonomi digital saat ini ibarat kolam. Agar ikannya tetap hidup maka air kolamnya harus tetap jernih. Artinya ekosistem untuk menciptakan technopreneur atau start up teknologi harus bagus dan dibentuk dengan baik melibatkan dukungan berbagai stakeholder. Untuk itu STMIK Primakara bergandengan tangan dengan HIPMI agar bisa memperkuat ekosistem ekonomi di Bali. “STMIK Primakara dan HIMPI akan bersinergi agar bagaimana mahasiswa yang ingin membangun bisnis dan menjadi technopreneur berada dalam ekosistem atau lingungan yang tepat yang membantu mereka agar bisa tumbuh,” pungkas Artana. 016

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *