Hendak Dipakai Naik Haji, Uang Rp 80 Juta Digondol Maling

posbali.id

I Made Sumada

NASIB malang dialami Khaenurjanah. Uang sebanyak Rp 80 juta yang rencananya dipakai untuk berangkat haji digondol maling ketika disimpan didalam mobil pribadinya sekitar pukul 10.30 wita Senin (8/8) kemarin.

Koronologis kejadiannya, saat itu Bendahara di Kantor Kementrian Agama Lobar itu sedang berada disebuah mini market yang berada di wilayah Kelurahan Dasan Geres Gerung, Lobar. Uang Rp 80 juta yang informasinya baru diambil di salah satu Bank di wilayah Gerung itu ditinggal di dalam mobilnya dalam keadaan terkunci. “Uang itu ditaruh di dalam mobil sebelah kiri. Dia mengaku saat itu mobilnya dalam keadaan terkunci,” demikian disampaikan Kapolres Lobar melalui kapolsek Gerung AKP Zacky Maghfur kepada wartawan, Senin (8/8).

Menurut penuturan korban, lanjut Zacky, uang tersebut rencananya akan dipergunakan berangkat haji. Namun, belum diceritakan apakah yang akan berangkat haji adalah korban atau siapa . “yang jelas uang itu untuk keperluan ber-Haji,” imbuhnya.

Pun terkait vkejadian itu dan laporan yang diajukan korban, polisi, kata Zacky, telah menindaklanjutinya. Tahap awal yang dilakukan jajarannya adalah dengan melakukan pengecekan di lokasi kejadian serta melakukan identifikasi yang diback up oleh tim Identifikasi dari Polres Lobar. “Kami sudah turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan melakukan pengecekan dan identifikasi,” katanya.

Tak berhenti sampai disitu, jajaran Polsek Gerung melalui Unit Reskrim akan memperdalam kasus tersebut. Salah satu yang akan dilakukan jajarannya adalah dengan melakukan pengecekan ke pihak Bank, guna memastikan apakah benar korban melakukan pemngambilan uang atau tidak. “Kita akan minta bukti penarikan uang itu ke pihak bank, selain itu kita juga akan memeriksa saksi-saksi yang saat itu berada di lokasi,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan Kapolsek Gerung tersebut, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap mobil Toyota Yaris milik korban. Memang benar ada kerusakan di mobil tersebut yakni pada bagian kunci. “Namun tetap akan kita pastikan, apakah kunci itu dirusak saat kejadian atau memang rusak sebelumnya. Yang jelas kita akan perdalam terus termasuk adanya tersangka. Entah siapa tersangkanya nanti,” terangnya.

Mengenai pengakuan korban yang mengaku dibuntuti, Zacky menyatakan bahwa kemungkinan itu bisa terjadi. Namun demikian, dalam menangani kasus tersebut pihaknya tidak ingin gegabah. Harus diperiksa sedetail-detailnya. ***

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!