Hasil Survei Cagub Bali Belum Memuaskan Publik

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Pengamat Politik dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar Dr. Nyoman Subanda menilai, tokohtokoh Bali yang dimunculkan dalam survei Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang berpotensi menjadi Gubernur/Wakil Gubernur Bali mendatang, belum merepresentasikan keseluruhan tokoh-tokoh yang ada di Bali. Sebab, mereka yang disurvei itu merupakan pejabat publik dan figur yang sangat popoler di panggung politik Bali.

Seharusnya, menurut Subanda, survei tersebut juga memunculkan tokohtokoh lain yang memiliki kapabilitas dari beragam latar belakang lainnya. “Kita tidak lihat latar belakang memunculkan nama, tapi itu khan survei terhadap nama-nama yang politisi populer dalam politik. Kebetulan dalam survei ini yang dimunculkan adalah politisi dan pejabat publik. Karena itu belum melibatkan tokoh-tokoh yang mempunyai kapabilitas, misalnya pengusaha dan sebagainya,” kata Subanda di Denpasar, Rabu (10/8).

Jika mengacu pada konteks kepemimpinan Bali sebelum-sebelumnya, kata Subanda, beberapa figur dari berbagai kalangan muncul ke permukaan. “Misalnya saja TNI/Polri dan akademisi. Sedangkan, hasil survei tersebut hanya dimunculkan tokoh politisi dan pejabat publik. Jadi, bisa disimpulkan hasil survei tersebut tak bisa dianggap sebagai perwakilan seluruh elemen masyarakat Bali. Artinya, kesemua nama-nama itu belum bisa merepresentasikan tokoh-tokoh Bali sebetulnya. Karena kan tokoh dari tradisional itu belum muncul,” ujarnya.

Hasil survei itu menurut dia, menjadi pertanyaan tersendiri bagi publik. “Apakah memang nama itu sengaja dimunculkan ataukah benar-benar muncul dari aspirasi masyarakat bawah,” katanya. Namun, terlepas dari itu semua, hasil survei dianggap sah-sah saja.

Menurut dia, untuk mendapatkan hasil survei yang bisa dijadikan acuan dan mampu mewakili semua elemen masyarakat di Bali, perlu dilakukan pendalaman survey kembali. “Perlu juga dilakukan pendalaman-pendalaman survei yang lain, yang sekiranya bisa mendapatkan pemimpin yang bagus. Barangkali dari politisi, akademisi dari kampus, TNI/POLRI, pengusaha, dan sebagainya pada tokoh kita yang selama ini tidak terekspos,” katanya.

Lebih lanjut Subanda menghimbau masyarakat untuk tidak menjadikan hasil survei tersebut sebagai acuan dan rujukan utama untuk memilih calon gubernur. Perlu mempertimbangkan indikator lain, seperti rekam jejak, elektabilitas, kapasitas, aksetabilitas dan kapabilitasnya.

“Namanya survei boleh-boleh saja, tapi jangan dijadikan utamalah. Kalau toh nantinya telah dilakukan survei secara komperehensif yang menempatkan fi gur pada peringkat satu, dua, dan tiga. Ya berarti fi gur itu yang terbaik dan terbagus diantara tokoh-tokoh Bali termasuk politisi,” tegasnya. Subanda juga berharap lembaga yang melakukan survei tidak fokus pada popularitas tokoh. Indikator-indikator lainnya hendaknya menjadi variabel yang disurvei.

Sebagaimana diberitakan,14 tokoh yang di survey itu adalah Wayan Koster (Ketua DPD PDI-P Bali dan anggota Komisi X DPR-RI), Ketut Sudikerta (Wagub dan Ketua DPD Golkar Bali), Tokoh Puri Denpasar yang juga Menteri Koperasi/UMKM Puspayoga, Mantan Bupati Badung AA Gde Agung dan Bupati Karangasem Gusti Ayu Mas Sumatri dan Ketua DPRD Bali Adhi Wiryathama.

Berikutnya Ketua DPD Partai Gerindra IB Sukarta, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya, Mantan Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Mantan Pangdam Udaya Wisnu Bawa Tenaya, dan mantan pejabat Polda Bali Dewa Bagus Made Suharya. Hasil survey tersebut menempatkan Wayan Koster dan Ketut Sudikerta sebagai tokoh yang sangat dikenal masyarakat Bali. 010

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!