Hari Kemerdekaan, Polisi Tewas Dianiaya di Kuta

posbali.id

KUTA, POS BALI ONLINE – Polsek Kuta berduka. Bertepatan dengan hari kemerdekaan RI, Rabu (17/8) dini hari, salah seorang anggotanya Aipda Wayan Sudarsa (53 th), tewas saat menjalankan tugas di depan hotel Pullman Kuta. Dugaan sementara anggota unit lantas Polsek Kuta tersebut tewas dianiaya. Namun sampai sejauh ini, belum diketahui siapa pelakunya.

Mirisnya, kejadian naas tersebut tidak jauh dari penandatanganan prasasti Deklarasi Indonesia Damai dan Penuh Toleransi di Kuta yang dilakukan, Selasa (16/8).

Dari informasi yang terangkum di lapangan, diketahui anggota unit lantas Polsek Kuta tersebut saat kejadian sedang bertugas berpatroli keliling. Namun ketika yang bersangkutan berada di kawasan pantai persis depan hotel Pullman, diduga yang bersangkutan dianiaya oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Pihak kepolisian sampai saat ini mengaku masih mendalami kasus tersebut dan membentuk tim yang dipimpin Direskrim Polda Bali beserta Polresta dan Polsek Kuta untuk mengungkap kasus tersebut. “Saksi sangat minim, baru ada 3 saksi, satu dari pecalang dan dua dari scurity hotel Pullman. Alat bukti juga sedang kita olah, saya belum bisa menyimpulkan motif dari kasus tersebut, “terang Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto saat meninjau olah TKP di Kuta, Rabu (17/8).

Pihaknya mengaku mendengar informasi diketemukannya korban meninggal di TKP, pada Rabu kemarin sekitar pukul 04.00 Wita. Setelah dilakukan pengecekan ternyata yang bersangkutan adalah anggota Mapolsek Kuta, yang bernama Aipda Wayan Sudarsa (53 th) . Dari luka diderita korban, diduga yang bersangkutan meninggal karena benda tajam. Hal tersebut diperkuat dengan diketemukannya pecahan botol bir di areal TKP. “Lukanya di bagian kepala dan leher. Untuk memastikan penyebabnya nanti kita tunggu hasil visum dari dokter yang akan mengidentifi kasi. Saya tidak mau mendahului memastikan penyebabnya,” ujar Sugeng Priyanto.

Dipaparkannya saat kejadian Aipda Wayan Sudarsa sedang bertugas piket malam. Dari keterangan saksi sementara, hanya diketahui adanya teriakan meminta tolong dari kawasan pantai. Namun dari pengungkapan saksi, ketika dilihat tidak ada hal yang serius di TKP. Untuk itu pihaknya mengaku akan memeriksa kembali saksi demi menggali informasi lebih dalam. Serta memeriksa CCTV untuk membuktikan apakah benar ada unsur dugaan keterlibatan bule. “Identifi kasi pelaku belum bisa kita berikan keterangan karena sedang dalam penyelidikan. CCTV juga akan kita periksa untuk memastikannya,”  katanya.

Sementara dari informasi yang dirangkum di lapangan, Aipda Wayan Sudarsa alias Pak Cekel dikabarkan berada di pantai sekitar pukul 01.00 Wita. Namun pukul 03.00 Wita diketahui yang bersangkutan sudah tak bernyawa di pinggir pantai. Sekitar pukul 05.00 Wita yang bersangkutan dikabarkan dibawa ke RS untuk divisum. gay

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!