Gubernur Pastika Ingatkan Generasi Muda Hidup Sadar

posbali.id

DENPASAR, POS BALI — Gubernur Made Mangku Pastika kembali mengingatkan kalangan generasi muda agar tidak manja dan terbuai kenyamanan. Jika tak segera sadar dan memperbaiki karakter masing-masing, mereka dikhawatirkan akan ergilas perkembangan dan perubahan yang begitu cepat.

Hal tersebut disinggung Pastika saat menerima anak-anak muda yang menghimpun diri dalam Yayasan Dana Abadi Bali (YDAB) di ruang kerjanya, Rabu (15/6). Dalam pertemuan tersebut Pastika memaparkan konsep hidup yang terbagi dalam tiga jenis. “Ada hidup nyasar, hidup bayar dan hidup sadar,” ucapnya.

Ironisnya, menurut Pastika, sebagian besar anak muda saat ini hidup nyasar dan hidup bayar.  “Yang hidup nyasar, mereka tak tau ada di mana, untuk apa dan mau ke mana. Sebagian lagi baru mau bergerak kalau dibayar, itu kelompok yang hidup bayar,” bebernya.

Terkait dengan fenomena tersebut, Gubernur Pastika mengapresiasi semangat anak muda Bali di YDAB yang tergerak melakukan kegiatan di bidang pembentukan karakter dan mendorong semangat kewirausahaan. Pastika menyebut, mereka merupakan kelompok anak muda yang mulai sadar.  Mantan Kapolda NTT ini berharap banyak pada yayasan yang tergerak untuk mendorong pembangunan karakter dan semangat kewirausahaan kalangan generasi muda.

Pastika pun menegaskan komitmennya mendukung gerakan yang dipelopori anak-anak muda Bali ini. “Saya juga telah melakukan upaya yang bisa saya lakukan,  salah satunya dengan membangun SMAN Bali Mandara,” ucapnya. Pastika lantas menuturkan sekolah itu dibangun dengan spirit membentuk karakter anak agar siap menghadapi persaingan. “Di sekolah itu kita cetak anak-anak yang siap berjuang, rajin dan disiplin,” ujarnya.

Agar keberadaan yayasan ini bermanfaat, Pastika menyarankan agar jajaran pengurusnya membuka komunikasi dengan komunitas lain. Akan lebih optimal jika yayasan ini dapat mensinergikan program dengan SKPD terkait.

Ketua YDAB Wayan Suantika menyampaikan terima kasih atas sambutan positif Gubernur Pastika. Dia menjelaskan, sebagaimana nama yayasan ini, menurutnya memang Bali harus mulai memikirkan tentang dana abadi untuk mendukung pelestarian budaya dan ketahanan krama Bali.

Dalam pertemuan itu hadir pula Prof.Dr. Drs Ngurah Sudiana yang duduk sebagai Penasehat YDAB. Sementara Gubernur Pastika didampingi Karo Humas I Dewa Gede Mahendra Putra, Karo Kesra Anak Agung Gede Geriya, Kadis Sosial I Nyoman Wenten dan Kadis Kebudayaan Dewa Puti Beratha. ADV

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *