Gendo Terancam Pidana Jika Tolak Beri Informasi

posbali.id

Komisi Informasi Bali Segera Surati ForBali

 

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Setelah mengecam keras pernyataan rasis dan caci maki yang dilakukan pemilik akun twitter Wayan Gendo #Bejo, Wayan “Gendo” Suardana, sejumlah elemen dan tokoh masyarakat mendatangi Komisi Informasi (KI) Bali, Rabu (10/8).

Kedatangan elemen masyarakat ini mendesak KI Bali meminta Gendo dan ForBali menyampaikan transparansi dana yang dihimpun dari masyarakat. Ketua KI Bali, I Gede Agus Astapa, S.Sos, MM., menjelaskan, setiap masyarakat baik secara kelompok maupun individu punya hak meminta transparansi informasi publik melalui KI.

“Tidak ada alasan untuk tidak menyampaikan informasi yang diminta oleh masyarakat baik kelompok maupun individu. Informasi wajib disampaikan dan itu diatur dalam Undang-Undang No.14 Tahun 2008,  tentang Keterbukaan Informasi. Kalau tak membuka informasi, ada sanksi pidana.  Jelas ada sanksi pidananya. Dalam pasal 52 sampai 55, pidananya 1-3 tahun. Kalau Mahkamah Agung menguatkan putusan KI, iya dieksekusi,” kata Agus Astapa kepada sejumlah wartawan usai menerima elemen masyarakat tersebut.

Sementara Ketua Yayasan Bali Bumi Bagus (YBBB), Komang Gede Subudi menegaskan, dana masyarakat yang digalang untuk mendanai berbagai kegiatan dan aksi-aksi ForBali, perlu dibuka secara transparan.  “Yang kami sampaikan kepada Komisi Informasi, untuk transparansi karena kami banyak menerima pertanyaan masyarakat, bagaimana mungkin demo terus-terusan, katanya dana sendiri, jadi perlu diaudit pihak berwenang, bukan kami,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap, apa yang disampaikan itu bisa ditindaklanjuti pihak berwenang.  Menurutnya, demo yang selama ini dilakukan sudah sangat mengganggu. Awalnya, masyarakat atau wisatawan melihatnya sebagai karnaval budaya, namun lama kelamaan sudah mengganggu seolah mereka merasa terusir atau tidak nyaman.

Sementara Lanang Sudira dari Gassos Bali  juga menegaskan, agar tidak ada fitnah perlu verifikasi. “Mengelola demo demikian besar tentu perlu dana. Kalau mereka (ForBali, red) sudah menjelaskan dana secara transparan, kami tanyakan kembali transparansi, demo-demo itu sumber pendanaannya dari mana,” tegasnya

Agus Astapa kembali mengingatkan, masyarakat berhak mengajukan permohonan berkait informasi dana-dana publik yang dikelola lembaga publik. Sesuai mekanisme, masyarakat perorangan, kelompok, maupun badan hukum bisa menanyakan sumber pendanaan yang dipergunakan lembaga publik.

Jika tidak ditanggapi lagi, baru bersurat ke KI untuk diregister sebagai sengketa publik. KI punya waktu selama 100 hari untuk menyelesaikan sengketa itu baik lewat mediasi dan sidang-sidang. “Karena ForBali mengumpulkan atau menggalang dana masyarakat, maka sah sebagai badan publik sehingga perlu transparansi,” tegasnya. 003

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Satu tanggapan untuk “Gendo Terancam Pidana Jika Tolak Beri Informasi

  • 05/11/2018 pada 3:29 AM
    Permalink

    Turkey provided an incredible finale when two goals in two minutes earned them a place in the quarter-finals. Nihat Kahveci struck in the 87th minute for an equaliser after Chelsea goalkeeper Petr Cech made a complete hash of a cross. Nihat leaves it late as Turkey triumph amid chaotic scenes in Geneva

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!