Galian C yang Ditutup, Kembali Operasi Sampai Desember

posbali.id

Lobi Adi Wiryatama dengan Gubernur dan Kapolda

 

DENPASAR, POS BALI ONLINE – DPRD Bali telah mengeluarkan rekomendasi kepada Gubernur Bali, Made Mangku Pastika untuk mengatasi penutupan tambang Galian C oleh Polda Bali di Karangasem beberapa waktu lalu. Kendati dalam rekomendasi tersebut tak meminta gubernur memberikan tolerasi penambang galian C tersebut tetap beroperasi hingga Desember mendatang, namun ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama sudah menyampaikan secara lisan kepada Pastika.

Selain kepada Pastika, permintaan toleransi juga disampaikan kepada Kapolda Bali. Hal itu disampaikan Adi Wiryatama saat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Provinsi Bali belum lama ini. Lobi Adi Wiryatama ini rupanya memberi kabar gembira bagi pengusaha tambang di Karangasem, yang usaha tambang galiannya ditutup Polda Bali karena belum mengantongi izin.

Adi Wiryatama mengungkapkan, semua pihak sepakat melanjutkan penambangan Galian C itu hingga Desember mendatang, sembari memproses izinnya. Toleransi itu diberikan agar tidak terjadi kelangkaan material proyek-proyek pemerintah yang ditargetkan selesai Desember mendatang. Sebelumnya, pengusaha mengeluhkan kelangkaan material proyek berupa pasir dan batu, dan mengancam terbengkelainya pengerjaan berbagai proyek pembangunan milik pemerintah. “Saya sudah ketemu Pak Gub (gubernur Pastika) dan Pak Kapolda, dan sudah sepakat ngasih toleransi (melanjutkan penambangan galian C, red) sampai Desember, sampai proyek-proyek selesai,” ungkap Adi Wiryatama melalui pesan singkat (SMS), Senin (15/8).

Sebelumnya diberitakan, DPRD Bali mengeluarkan rekomendasi kepada gubernur Pastika untuk mengatasi persoalan penutupan galian C di Karangasem. Surat rekomendasi nomor 900/1754/DPRD yang ditandatangani Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama itu dikeluarkan pada tanggal 8 Agustus lalu. DPRD Bali merekomendasikan kepada gubernur Pastika untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten Karangasem dan dengan pihak-pihak terkait untuk mengambil kebijakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Salah satu pertimbangannya, DPRD Bali menyebutkan bahwa dengan adanya penutupan galian C yang ada di Desa Sebudi, kecamatan Selat, Karangasem, akan menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Pasalnya, ada sekitar 9000 orang yang akan kehilangan pekerjaan, harga akan semakin mahal. Selain itu, adanya kelangkaan material quary berupa pasir, kerikil dan batuan lainnya akan sangat berpengaruh terhadap pelaksaaan proyek-proyek yang sedang berlangsung. 010

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!