Galakkan Gerakan Antikorupsi, RSUP Sanglah Gelar Lomba Film Pendek

posbali.id
Tim juri film pendek antikorupsi RSUP Sanglah Denpasar berfoto bersama sebelum penilaian 

DENPASAR, POS BALI – Guna mewujudkan Wilayah Birokrasi Bebas dari Korupsi (WBBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar terus menggalakkan budaya antikorupsi di lingkungannya. Setelah menebar 20 billboard, kini rumah sakit yang didirikan tahun 1959 itu menyelenggarakan lomba film pendek antikorupsi.

Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUP Sanglah Denpasar, Dr. dr. I Ketut Surya Negara, Sp.OG (K), MARS saat ditemui di sela-sela penilaian film tersebut, Jumat (6/4) mengatakan   lomba tersebut diikuti oleh sembilan unit dan bagian RSUP Sanglah Denpasar. “Kegiatan bertujuan membudayakan gerakan antikorupsi, menciptakan zona integritas bebas korupsi, salah satunya dengan mensosialisasikan apa saja yang harus dihindari,” teranynya.

Lomba yang baru digelar untuk pertama kalinya itu dinyatakan telah dipersiapkan sejak satu bulan terakhir, mulai dari tahap pengumuman lomba termasuk persayaratan, pembuatan karya oleh peserta, pengumpulan karya, hingga penjurian yang dilakukan Jumat (6/4). Penjurian sendiri melibatkan unsur internal RSUP Sanglah meliputi direktur keuangan, direktur umum dan operasional, ketua SPI, kabag humas, kasubbag humas, kepala instalasi PKRS, dan juri independen dari pihak media.

“Kita libatkan seluruh elemen berharap agar gerakan antikorupsi ini bisa membudaya, sebab praktik korupsi ini rentan di setiap lini rumah sakit,” terangnya.

Film-film terbaik nantinya akan diputar di media-media yang dimiliki RSUP Sanglah, baik yang offline maupun online. Dengan publikasi tersebut diharakan ke depan setiap petugas bisa menaati aturan. Saat ini RSUP Sanglah telah memiliki Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) yang bertugas sebagai media pelaporan segala sesuatu yang didapat oleh staf, baik direksi hingga staf bawah.

“Mungkin saja ada petugas mendapat sesuatu dari pasien sebagai imbalan atas pelayanan atau sponsorship. Nah, itu wajib dilaporkan ke unit itu oleh petugas, apapun bentuknya,” tambahnya.

Direktur Keuangan, Ni Ketut Rupini, SH, MARS mengatakan hal senada. Lomba film pendek tersebut merupakan salah satu upaya kampanye publik yangmenyasar staf dan masyarakat luas. “Ini public campaign untuk staf kita dan publik bahwa di era sekarang ini sudah tidak ada tip-tipan lagi. Pelayanan kan dilakukan dengan prosedur yang berlaku, tanpa itu (gratifikasi) itu pun pelayanan akan berjalan,”tegasnya.

Ia berharap ke depan masyarakat bisa berubah, menolak segala macam bentuk gratifikasi. “Mohon kepada petugas agar melakukan dtugas dengan baik. Kepada masyarakat tolong dibantu, bahwa pelayanan di RSUP Sanglah ini tidak ada lagi yang semacam itu.” pungkasnya. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!