Empat tahun berdiri, Kondisi Dermaga Watu Nunggul masih belum optimal

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Kondisi dermaga Watu Nunggul Desa Kedonganan, sampai saat ini ternyata belum bisa berfungsi optimal. Hal tersebut lantaran dermaga yang selesai dibangun tahun 2014 tersebut, belum lengkap fasilitasnya. Sehingga para nelayan yang memiliki kapal berukuran besar, seolah enggan merapat ke dermaga tersebut dengan pertimbangan keselamatan. Menariknya kondisi tersebut juga membuat program Sanata Cruise Line Desa Adat Kedonganan, terkait penjabaran konsep Mina Wisata juga sedikit terkendala. Dimana kondisi dermaga sandar membuat lambung kapal rentan rusak dihempas ombak.

 

Bendesa Adat Kedonganan, Wayan Mertha dikonfirmasi, Selasa (4/12) tidak memungkiri kondisi tersebut. Dimana kondisi angin yang berhembus di dermaga, membuat kapal mudah terbentur dengan dermaga. Untuk itu keberadaana karet disamping dermaga dinilainya sangat diperlukan, agar saat proses bersandar lambung kapal itu bisa aman terbentur dinding dermaga. “Saya rasa sisi kanan kiri dermaga harus dilengkapi karet, karena selain aktifitas cruises, dermaga juga untuk sandar aktifitas kapal nelayan. Untuk pemasangan karet dermaga, nanti kita akan berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan kelautan Propinsi Bali. Supaya jelas teknisnya, sebab kewenangan sekarang itu berada di dinas terkait di propinsi,”terang Mertha.

 

Saat ini diakuinya para nelayan masih enggan bersandar di dermaga, sebab mereka takut lambung kapalnya terbentur dermaga. Apalagi saat ini kondisi angin sedang kencang di pantai Kedonganan, karena itu juga membuat sanata cruise line menjadi dihentikan sementara waktu.

 

Selain karet dermaga, pihaknya juga menilai diperlukan adanya semacam jembatan ponton untuk mempermudah keluar masuknya penumpang. Pasalnya kondisi jembatan saat ini dinilai kurang layak, karena konstruksi dari jembatan itu belum memadai untuk aktifitas sanata cruise line. Pihaknya juga akan meminta agar rencana 4 buah penahan gelombang yang dulu direncanakan, agar bisa direalisasikan adanya. Sebab saat ini hanya baru 1 buah yang terealisasikan, padahal keberadaan penahan gelombang itu diperlukan untuk melindungi dermaga dari ombak langsung. “Penahan gelombang ini dulunya kan rencananya 4, tapi baru terealisasi  dan itu hancur karena diterjang ombak. Nanti kita akan meminta audensi lagi, agar enak dikomunikasikan program kita dengan program pemerintah,”imbuhnya.

 

Sementara saat dikonfirmasi terpisah, Kadis Peternakan, Perikanan dan Kelautan kabupaten Badung, Putu Oka Swandiyana belum bisa dikonfirmasi adanya. Beberapa kali dihubungi, kadis berperawakan gempal ini belum bisa dihubungi melalaui ponsel. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!