Dugaan Korupsi Perdin DPRD Kota, Penetapan Tersangka Senin Depan

posbali.id

DENPASAR, POS BALI  – Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar masih terus menggeber dugaan korupsi yang terjadi dalam perjalanan dinas (Perdin) DPRD Kota Denpasar.

Sumber POS BALI di Kejari Denpasar menyebutkan, penyidikan dugaan korupsi Perdin di DPRD Kota Denpasar ini sudah rampung dan tinggal menunggu penetapan tersangka dalam beberapa hari ini. Dari penyidikan yang dilakukan kejaksaan, kemungkinan sejumlah pejabat struktural di sekretariat dewan (Setwan) DPRD Kota Denpasar terlibat.

Sementara anggota dewan sendiri disebut aman dalam kasus yang diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah itu. Pasalnya, yang menjadi temuan adalah laporan yang disusun Setwan.  “‎Yang menjadi masalah adalah laporan Perdin. Laporan yang dibuat Setwan banyak tidak beres sehingga menjadi temuan BPKP Bali. Banyak ditemukan selisih angka,” papar sumber, Selasa (7/6).

Menurut sumber yang meminta namanya tidak dikorankan, setidaknya dua orang bakal terseret jadi tersangka. Penetapan tersangka paling lama hari Senin mendatang.  Anggaran Perdin DPRD Denpasar sendiri cukup besar, selama setahun bisa mencapai Rp 10 miliar. Dalam sebulan anggota dewan minimal dua kali melakukan perjalanan dinas. Setiap berangkat, anggota dewan mendapat uang harian sebesar Rp 2,5 juta ditambah uang representatif Rp 500 ribu. Sehingga sehari melakukan perjalanan dinas, anggota dewan mengantongi uang Rp3 juta.

Besaran uang saku wakil rakyat ini diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Tahun 2016. “Sekali berangkat dua sampai tiga hari. Tinggal mengalikan saja uang harian yang didapat,” beber sumber.

Yang menjadi masalah, ‎seluruh perjalanan dinas diatur pihak Setwan. Mulai tiket pesawat hingga hotel. Dewan sendiri tidak tahu anggaran akomodasi Perdin. Sementara menginap  biasanya di hotel bintang lima. Untuk pesawat menggunakan kelas bisnis. Anggota dewan tinggal berangkat, tanda tangan, terima uang saku. Semuanya sudah diatur Setwan, makanya Setwan yang menjadi bidikan kejaksaan.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Intel Kejari Denpasar Syahrir Sagir membenarkan bahwa penetapan tersangka tinggal menunggu waktu. “Kalau semua lancar, paling lambat Senin depan sudah ada tersangka. Kami masih menunggu laporan BPKP,” ujar Syahrir.

Apakah laporan BPKP ini menjadi dasar penetapan tersangka? Ditanya begitu, Syahrir membantah. “Nama tersangka sudah ada. Laporan BPKP Bali untuk memperkuat data kami. Nanti kalau mengumumkan (tersangka) biar mantap,” pungkas Kasi Intel.  009

 

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!