Ducting Utilitas Terpadu Masih Sisakan 16,7 Km yang Belum Tergarap

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Harapan masyarakat Kuta terkait keberlanjutan proyek Ducting Utilitas Terpadu Bawah Tanah masih menggantung. Pasalnya keberlanjutan proyek tersebut masih menunggu kelanjutan penganggaran. Dari 18 Km total panjang ducting utilitas terpadu bawah tanah yang diharapkan selesai tahun 2021, baru sepanjang 1,7 Km yang telah terealisasi. Artinya masih ada 16,3 Km yang belum tergarap dan menjadi PR kedepannya.

 

Kepala Bappeda Kabupaten Badung, Made Wira Dharmaja dikonfirmasi belum lama ini menerangkan, keberlanjutan pengerjaan Ducting Utilitas Terpadu Bawah Tanah masih menpertimbangkan 2 sisi. Yaitu segi kebutuhan dan kemampuan penganggaran, dalam artian ada ada strategi perencanan yang perlu dikedepankan untuk merealisasikan secara tuntas hal itu. Bagaimana langkah kesinambungannya agar memberikan suatu kejelasan penyelesaian, namun disisi harus mencermati kebutuhan lain yang dipertimbangkan. “Ini harus diseimbangkan dan akan menjadi prioritas perencanaan kedepan. Ini kita akan bahas pada saat pelaksaan forum perangkat daerah dan musrenbang kabupaten, untuk memadu padankan ini. Jadi kita harus duduk bersama untuk mensinergikan seluruh program, disana akan dibahas secara lebih makro, mendetail dan menyeluruh,”jelas Wira Dharmaja sembari mengabarkan tidak menutup kemungkinan proyek itu akan dibawa ke Musrenbang Propinsi dan Pusat.

 

Sementara Kadis PUPR kabupaten Badung, IB Surya Suamba membenarkan bahwa pembangunan Utilitas Terpadu bawah Tanah sudah rampung sepanjang 1,7 Km. Tahun ini pihak PLN diterangkannya akan menganggarakan pemindahan kabel miliknya kedalam ducting yang sudah terbangun di Basangkasa. Diyakini akhir tahun ini, pemindahan tersebut sudah selesai diakukan bersama dengan pencabutan kabel PLN yang masih menggantung saat ini dikawasan terkait. “Kita harapkan pihak pemilik utilitas kabel yang lain juga memiliki komitmen seperti PLN. Sebab dalam perda sudah dinyatakan bahwa, kalau pemda sudah membangun utilitas terpadu, maka dalam 2 tahun wajib menaruh di dalam ducting,”terang Surya Suamba.

 

Pihaknya tidak menampik, hingga aaat ini pihaknya mengaku masih menunggu terkait penganggaran lebih lanjut keberlanjutan pengerjaan ducting. Dimana sesuai RPJM, panjang ducting utilitas terpadu sepanjang 18 Km dari, Basangkasa, Legian, Kuta, jalan Pantai melasti, Kartika Plaza. Jika hal itu terealisasi semuanya, ia meyakini hal itu akan mampu meningkatkan kawasan estetika jantung pariwisata Badung tersebut. Namun hal itu diakuinya memang masih membutuhkan dana yang cukup besar. “Panjang 1,7 Km itu menghabiskan biaya Rp 30 milyar. Sisanya masih 16,3 Km dikalikan Rp 30 milyar, jadi kita masih butuh sekitar Rp 489 milyar untuk merampungkan semuanya,”jelasnya.

 

Ducting utilitas terpadu bawah tanah tersebut diakuinya memiliki diameter lebar 1,5 meter, dengan  tinggi 1,8 meter. Fungsinya murni hanya untuk utilitas, bukan drainase. Sejauh ini pihaknya mengaku tidak memiliki kendala dalam merampungkan proyek  tersebut, jika dana untuk mengerjakan hal itu memadai. Bahkan jika ia diberikan waktu 2 tahun, pihaknya siap menyelesaikan seluruh ducting, selama anggaran memungkinkan. “Kalau untuk waktu kita tidak masalah, karena menyangkut metode. Kalau itu dianggarkan, kita siap mengerjakan,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!