DPRD Karangasem Soroti Silpa 2017 Hingga Rp122,5 Miliar

posbali.id

KARANGASEM, POSBALI.ID – Penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Karangasem yang diserahkan dalam Sidang Paripurna DPRD Karangasem, Selasa (4/3) kemarin, langsung mendapat kritisi dari kalangan anggota Dewan. Hal paling disorot adalah tingginya silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan) yang jumlahnya mencapai Rp 122,5 miliar.

‘’Kalau mencapai tiga digit, termasuk besar. Silpa besar berarti serapannya kurang. Berbicara serapan APBD, silpa semestinya sekecil-kecilnya,’’ ungkap Ketua DPRD, I Nengah Sumardi.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan LKPJ Bupati nantinya akan dibahas lebih lanjut di internal Dewan sesuai mekanisme yang ada. Pencermatan akan dilakukan terhadap semua aspek oleh komisi yang membidangi. Finalisasinya nanti akan disampaikan dalam bentuk rekomendasi dan catatan strategis Dewan. Selain itu penyikapan terhadap LKPJ Bupati juga akan diakumulasi dalam pendapat akhir fraksi-fraksi. ‘’Nanti akan ada pendalam mengapa silpa bisa seperti itu,’’ ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Karangasem, I Made Sujana Erawan, juga tak menampik silpa 2017 termasuk tinggi. Menurut dia, silpa tinggi salah satunya disebabkan oleh gonjang-ganjing Gunung Agung menjelang akhir 2017 lalu. Status awas gunung setinggi 3.142 mdpl itu mengakibatkan sejumlah program yang dirancang pemerintah daerah tidak bisa berjalan. ‘’Kalau dari sisi perencanaan tidak ada masalah,’’ jelasnya.

Sumardi juga mengakui naiknya aktivitas vulkanik Gunung Agung cukup mengganggu kinerja pemerintahan. Sejumlah program di daerah radius bahaya mulai dari KRB 3 sampai KRB 1 tidak bisa dilaksanakan. Menurut dia, serapan anggaran yang rendah karena dampak erupsi Gunung Agung masih bisa ditolelir, tapi pihaknya menyangkan jika serapan anggaran rendah terjadi karena tidak adanya sinkronisasi antara perencanaan dan pelaksanaan.

Hal senada dilontarkan Ketua Fraksi PDIP, I Gede Dana. Menurut dia sangat masuk akal jika status awas Gunung Agung berdampak terhadap pelaksanaan program yang pada akhirnya menjadi pemicu tingginya silpa. Pihaknya juga menilai silpa 2017 cukup tinggi sehingga Fraksi PDIP nanti juga akan melakukan pencermatan mendalam dalam pembahasan-pembahasan di internal Dewan.

LKPJ Bupati Karangasem 2017 diserahkan langsung Bupati IGA Mas Sumatri. Pihaknya menyatakan LKPJ di antaranya memuat gambaran umum darah, visi-misi kabupaten, kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah yang terdiri dari pendapatan, belanja dan pembiayaan. Tahun 2017 pendapatan daerah Rp 1,525 triliun, belanja Rp 1,506 triliun, pembiayaan Rp 102 miliar dan silpa 122,5 miliar. nad

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *