DPRD Bali Tantang Kampus Ciptakan Sapi Bali Unggul

DENPASAR, POS BALI- Sapi Bali dikenal memiliki sejumlah keunggulan. Namun, kualitas daging sapi Bali masih kalah jauh dengan kualitas daging sapi import.
Restoran dan hotel di Bali masih mengandalkan daging sapi import. Setahun, hampir 2000 ton daging sapi import masuk Bali.

Ke depan, perlu penelitian khusus terhadap sapi Bali untuk bisa menghasilkan daging dengan kualitas bagus, setidaknya mendekati kualitas daging sapi import.

Karena itu, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry memberikan tantangan khusus kepada Universitas Udayana dan kampus lainnya di Bali untuk melakukan penelitian guna menciptakan Sapi Bali unggul.

“Kita tantang Unud dan kampus lain yang memiliki Fakultas Peternakan, untuk lakukan penelitian. Silahkan berinovasi menciptakan Sapi Bali unggul, dengan kualitas daging yang tak kalah dengan daging sapi di luar negeri,” kata Sugawa Korry di Denpasar, Selasa (12/9).

Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini menegaskan, pihaknya akan mendukung penuh kampus-kampus yang berani melakukan penelitian terkait Sapi Bali ini. Dukungan dimaksud termasuk dalam hal penganggaran untuk melakukan penelitian. “Silahkan buat proposal penelitian. Kita di dewan akan backup penuh masalah anggaran. Mumpung juga kita akan membahas APBD Bali 2018,” tegas Sugawa Korry.

Wakil rakyat asal Buleleng ini
mencontohkan Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, yang tidak pernah berhenti melakukan penelitian terkait Sapi Bali. Bahkan Unhas sukses menghadirkan sapi baru tanpa tanduk, hasil kawin silang dengan Sapi Bali. Di Sulawesi Selatan, populasi sapi Bali mencapai 85 persen. Dua kabupaten di sana dikembangkan sebagai pusat sapi Bali.

“Unhas bahkan memberikan perhatian khusus untuk Sapi Bali. Lalu kenapa kampus-kampus kita di Bali ini tidak melakukan hal serupa. Ini saatnya, kami tantang mereka untuk berkontribusi dalam pelestarian Sapi Bali,” tegas Sugawa Korry.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini pemerintah daerah terus berupaya untuk melestarikan dan melindungi Sapi Bali. Salah satunya adalah dengan menerbitkan Perda Provinsi Bali Tentang Pengelolaan Sapi Bali.

“Sekarang sudah ada Perda Tentang Pengelolaan Sapi Bali. Ini upaya pemerintah untuk melindungi Sapi Bali. Kita juga minta agar kampus di Bali, sesuai dengan kapasitasnya, melakukan penelitian dalam rangka melestarikan Sapi Bali,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *