Dorong Bisnis Generasi Muda, Bekraf Gelar BYTE di Bali

posbali.id

DENPASAR, POSBALI.ID – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar acara bertajuk Bekraf Young Technologi Entrepreneurs (BYTE). Program unggulan Direktorat Edukasi Ekonomi Kreatif, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf ini diselenggarakan di Kuta Central Park Hotel mulai 18 hingga 20 april 2018 mendatang

“Tujuan dari kegiatan BYTE ini adalah membangun kapasitas bisnis dan manajerial untuk para mahasiswa yang baru merintis maupun yang sudah punya usaha. Dalam acara ini Bekraf bekerjasama dengan Aksi Nusantara lebih pada memperkenalkan bagaimana solusi dan teknologi praktis di zaman digital saat ini bagi para entrepreneur kreatif dalam menjalankan usahanya,” ujar Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf, Boy Berawi.

Dia menjelaskan, mahasiswa dilibatkan karena 80 persen wirausahawan di Indonesia merupakan generasi muda. “Pasaran kini didominasi oleh generasi muda, mereka punya ide yang out of the box,” tuturnya.

Solusi dan teknologi yang akan jadi topik pembahasan dalam Workshop difokuskan pada bidang pemasaran dan mencakup fotografi, pemasaran daring (online marketing), perdagangan daring (e-commerce), dan softaware produk desain (fusion).
Melalui program ini, Bekraf juga bertekad mengikis citra seremonial yang selama ini melekat pada program pemerintah. “Sebagai salah satu program unggulan, program ini akan digelar secara kontinyu dan berkesinambungan setiap tahun dengan pilihan topik yang diperluas dan/atau diperdalam kembali,” ucapnya

Hadir sebagai narasumber, Firstman Marpaung (Aksi Nusantara), seorang motivator ulung, Prima Arya dari Scoido.com, Mataharimall.com yang akan memperkenalkan tentang e-commerce and konsep online marketplace, Muhammad Iqbal dari Bandros, Jimmy Bowie Soedomo software Fusion, serta Carlo Kawilrang sebagai fotografer.

“Kami berharap program ini dapat mendukung terbentuknya ekosistem industri kreatif, dan menjadi wadah untuk membangun sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, kalangan civitas akademika, media serta pemangku kepentingan lainnya dalam rangka menumbuh-kembangkan industri kreatif di Indonesia,” harap Boy Berawi.

Lebih lanjut, Perwakilan Aksi Nusantara, Firstman Marpaung menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam acara ini adalah sebagai mitra strategis bagi pelaku UKM. “Bukan saja mereka bisa memasarkan produk mereka sendiri tetapi juga dapat menjadi konsultan atau perwakilan perusahaan pendukung yang berperan membantu pelaku UKM memahami dan menerapkan solusi dan teknologi yang dibahas dalam acara,” ujarnya.

Harapannya, acara ini dapat menjadi ajang penciptaan lapangan kerja di sektor industri kreatif bagi para mahasiswa, sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk berperan sebagai katalis dan agen perubahan (agent of change) dalam ekosistem kewirausahaan dan ekonomi kreatif.

Sebagai pembicara yang telah mengikuti kancah BYTE di beberapa daerah sebelumnya, Firstman membocorkan bahwa tiap kali acara selesai diselenggarakan, Bekraf akan melakukan evaluasi serta menampung aspirasi, kritik, saran atau usulan dari semua yang terlibat dalam acara.
“Masukan dan hasil evaluasi ini akan digunakan Bekraf untuk memperbaiki dan menyempurnakan perencanaan dan pelaksanaan di tahun-tahun selanjutnya. Bagi para peserta, Bekraf memfasilitasi mereka untuk dapat melanjutkan interaksi dengan para narasumber pendukung melalui portal Aksi Nusantara (website) dan forum diskusi online yang disediakan untuk kelanjutan dari acara ini,” tutupnya. 016

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!