DLH Tegur Aktivitas Penambangan Pasir di Pantai Endok

posbali.id

LOBAR, POS BALI ONLINE – Masih maraknya aktivitas penambangan pasir atau galian C di wilayah pesisir pantai Endok Desa Taman Ayu Gerung disikapi Pemkab Lobar. Jumat (3/11), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Kesbangpol Lobar turun ke lokasi dan menegur para penambang pasir illegal tersebut.

Kepala DLH Lobar, H.L. Surapati yang dikonfirmasi membenarkan bahwa jajarannya sudah turun ke lokasi penambangan pasir di pantai Endok Taman Ayu. Menurut dia, pihaknya mendapatkan informasi dan laporan dari masyarakat terkait adanya aktivitas penambangan galian C di seputaran Desa Taman Ayu. “Kemudian kami dari LH berkoordinasi dengan Polsek Gerung, bersama Kanit Intel, Babinsa Desa Taman Ayu dan juga Kesbangpol Lobar,” ungkapnya.

Di lokasi, kata dia, pihaknya menemukan aktivitas pengambilan pasir yang posisinya tepat berada di tepi Pantai Taman Ayu. Dikatakannya, aktivitas tersebut sudah menyalahi Undang Undang 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup. “Mereka itu tidak memiliki izin,” cetusnya.

Dari temuan di lapangan itu, lanjut Surapati, pihaknya langsung membuat surat teguran pertama untuk para penambang pasir illegal tersebut. “Sudah kami tandatangani dan akan kita kirim ke para masyarakat yang menambang pasir. Mudahan surat itu diperhatikan. Kita memohon kepada mereka untuk menghentikan kegiatan itu dan segera memproses izin resmi,” tambahnya.

Surapati melanjutkan, dari informasi yang diperoleh jajarannya, aktivitas penambangan pasir pantai itu memang cukup massif. Dalam sehari, setidaknya ada sekitar 20 sampai 30 truk per harinya. “Bayangkan sampai jika hitungan minggu atau bahkan bulanan, bagaimana dampaknya. Tentu kerusakan lingkungan tak bisa dihindari,” imbuhnya lagi.

Dikonfirmasi soal pekerja di lokasi penambangan pasir itu, mantan Kepala Dinas PMD Lobar itu menyatakan bahwa sebagian besar pekerja di galian C itu merupakan masyarakat sekitar. Dan yang jelas, kata dia, nama-nama penambang pasir itu sudah dikantongi. “Akan tetapi nama-nama itu tidak kita ekspos, namun sudah kita kirim surat teguran,” jelasnya.

Adakah lokasi lain yang menjadi sasaran pantau DLH Lobar ? Surapati menyatakan bahwa Pantai Endok merupakan sasaran utama. Pasalnya, di lokasi tersebut kegiatan penambangan pasir pantai sudah sangat lama terjadi. Bahkan larangan sudah beberapa kali dilayangkan, termasuk petugas sudah sering turun.

Mengenai tindakan tegas DLH Lobar, dia menyatakan bahwa di tempat lain pihaknya sudah memasang plang. “Penambangan illegal ini tidak semata-mata pasir, tapi tanah uruk seperti di Gelangsar Gunung Sari sudah kita tutup. Karena tidak ada ijin. Ditempat lain juga sudah kita lakukan,” pungkasnya kemudian. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!