Divonis, 9 Koruptor Perdin Fiktif Gianyar

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bali, memvonis 9 terdakwa korupsi perjalanan dinas (perdin) fiktif di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Gianyar, sependapat dengan tuntutan jaksa penuntut umum, karena merugikan negara Rp61 juta.

Ketua Majelis Hakim Gde Hariadi, di Denpasar, Rabu (10/8), menjerat terdakwa Dewa Made Putra, Ketut Ritama, Sang Ayu Made Ika Kencana Dewi, I Ketut Puja, I Made Darmaja dan I Nyoman Sulandra, masing-masing selama 2 tahun dan denda sebesar Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Sedangkan terdakwa Tjok Istri Siswaryni, I Dewa Putu Mudana dan Dewa Putu Suarnama dihukum masing-masing selama 1,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Vonis hakim terhadap 9 terdakwa itu, sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang sebelumnya. Namun, subsider denda yang dijatuhkan majelis hakim untuk 6 terdakwa yakni Dewa Made Putra, Ketut Ritama, Sang Ayu, I Ketut Puja, I Made Darmaja dan I Nyoman Sulandra lebih ringan dari tuntutan JPU yang sebelumnya 6 bulan menjadi 3 bulan.

“Para terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, dua orang atau lebih dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi,” ujar Hakim. Hakim juga menilai para terdakwa menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan, kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara.

Oleh sebab itu, perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Hal yang memberatkan hukuman terdakwa karena tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi di Indonesia, perbuatan para terdakwa merugikan keuangan negara. Kemudian, terdakwa Dewa Made Putra, Ketut Ritama, Sang Ayu Made Ika Kencana Dewi, I Ketut Puja, I Made Darmaja danI Nyoman Sulandra pernah melakukan tindak pidana yang sama sebanyak dua kali.

Hal meringankan hukuman, para terdakwa menyesali perbuatannya, sebagian terdakwa belum pernah dihukum dan kerugian negara tidak ada karena para terdakwa telah mengembalikan uang perdin yang telah diterima ke kas negara. ant

 

VONIS KORUPTOR PERDIN GIANYAR

* Dewa Made Putra, Ketut Ritama, Sang Ayu Made Ika Kencana Dewi, I Ketut Puja, I Made Darmaja dan I Nyoman Sulandra, dihukum masing-masing 2 tahun dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

* Tjok Istri Siswaryni, I Dewa Putu Mudana dan Dewa Putu Suarnama dihukum masing-masing 1,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

2 tanggapan untuk “Divonis, 9 Koruptor Perdin Fiktif Gianyar

  • 11/11/2018 pada 1:51 PM
    Permalink

    MARTIN SAMUEL: Of all the coaches who replied to FIFA, and voted for the Ballon d’Or, only one appeared to downplay the importance of scoring goals. Step forward, Roy Hodgson. Cristiano Ronaldo and Lionel Messi snubbed by Roy Hodgson for Javier Mascherano… even the England manager’s voting has 0-0 draw written all over it

    Balas
  • 24/11/2018 pada 11:06 AM
    Permalink

    The Italian press reflected in pride on their side’s Euro 2016 showing on Sunday, despite some dreadful penalty taking that led to their quarter-final defeat by Germany on Saturday night. Lift your head, great Italy: Italian press pay tribute to Antonio Conte’s men despite Euro 2016 penalty defeat against Germany

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!