Ditangkap Dikandang Sapi, Saat Kuningan Jero Jangol Sempat Sembahyang di Payangan

GIANYAR, POS BALI – Mantan Wakil Ketua DPRD Bali, Jero Komang Swastika (Jero Jangol) ditangkap di Banjar/Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Senin (13/11) sekitar pukul 21.30 wita. Jero Jangol semasa kecil kesehariannya di Banjar Melinggih di rumah ibu kandungnya. Bahkan, Jero Jangol setiap odalan dan rahinan di Payangan, selalu menyempatkan diri mampir dan sembahyang di sanggah ibu kandungnya. Hal itu diungkapkan salah satu sepupu Jero Jangol, yaitu Nyoman Kariawan, Selasa (14/11).
Lebih lanjut dikatakannya, saat masih kecil Jero Jangol dititipkan di rumah ibu kandungnya yang berada di belakang balai Banjar Melinggih. “Dulu waktu masih kecil, Jero Jangol dititip di sini di rumah ini. Selain main di rumah, saat kecil sering main ke sawah dan juga ke tegalan,” jelas Kariawan.
Setelah dewasa, kata Kariawan, Jero Jangol tetap menjalin hubungan dengan keluarga ibunya. Bahkan, setelah menjadi anggota dewan, ia sering pulang kerumah ibunya. “Saat dia menjadi anggota dewan, tetap ke sini. Kalau lagi ada kunjungan ke Buleleng, ia pasti mampir dan bercerita dengan orang tua saya yang juga pamannya,” ungkapnya.
Karena biasa main ke rumah ibunya, lanjut Kariawan,  Jero Jangol banyak kenal dengan pemuda di Banjar Melinggih. “Mungkin karena masa kecilnya disini dan juga ia sering main kerumah ibunya, sehingga ia banyak kenal dengan pemuda disini,” ujarnya.
Setiap mau  ke tempatnya, Kariawan mengatakan, sering main ke sawah. Apalagi kalau ia mempunyai banyak waktu, pasti ke tegalan mencari kelapa muda. “Mungkin ia ingat dengan masa kecil dan kangen dengan suasana persawahan. Sehingga kalau ada waktu luang, ia menyempatkan diri main ke sawah,” jelasnya.
Di kandang sapi tempat ditangkapnya, Jero Jangol juga sering mampir. Menurutnya, selain ke sawah, ia juga sering mampir ke kandang sapi milik saudaranya itu. “Kandang sapi itu milik saudara saya, Denik namanya. Jero Jangol biasa melihat sapi dikandang itu,” jelasnya.
Kariawan menceritakan, Jero Jangol rajin sembahyang di sanggah. Dari beberapa saudara kandung Jero Jangol, hanya ia yang rajin sembahyang di sanggah Payangan. Hanya saja, saat hari raya Galungan lalu, ia tidak sembahyang ke sanggah di Payangan. Katanya saat itu, ia kunjungan kerja keluar daerah. “Saat hari raya Kuningan lalu, ia datang dan sembahyang di sanggah,” jelasnya.
Lanjut Kariawan, saat Kuningan lalu, dirinya sempat dibuat bingung dengan berita yang beredar di masyarakat. “Ya, katanya dia sempat buron. Jadi saya malu menanyakan itu. Dia biasa ke sini santai, seolah-olah tidak sedang dikejar-kejar polisi,” ungkapnya. Hanya saja, tidak seperti biasanya, selesai sembahyang di sanggah, Jero Jangol langsung pamit. “Setelah itu, saya tidak tahu ia pergi kemana,” ujarnya.

Sebelum dilakukan penangkapan, Kariawan mengaku kaget, karena tiba-tiba ada polisi. “Polisi masuk kamar saya, lalau keluar. Selanjutnya Polisi ketegalan mencarinya di kandang sapi,” pungkasnya. 011

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *