Dispar Badung Masih Optimis Target Wisman Terpenuhi

Para wisatawan tengah beraktivitas di Pantai Kuta, Badung. Di tenga-tengah erupsi Gunung Agung, kunjungan wisatawan ke Bali khususnya ke Badung diprediksi menurun akibat bencana itu yang telah mengganggu penerbangan.

MANGUPURA, POS BALI – Peningkatan status Gunung Agung Karangasem sejak September lalu hingga memuntahkan abu vulkanik memiliki dampak yang cukup siknifikan terhadap dunia pariwisata. Kunjungan pariwisata pun diprediksi menurun atas bencana erupsi gunung tertinggi di Bali itu.

Namun demikian, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Badung I Made Badra, mengatakan pihaknya tetap optimis target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Badung tahun 2017 yang sebelumnya telah ditetapkan 5,8 juta wisman akan terpenuhi sesuai target. Dikatakannya, angka kunjungan kini telah mendekati angka 5,2 wisman.

“Kurang lagi sedikit. Mudah-mudahan tercapai, kalau tidak ada hal-hal yang mengganggu penerbangan kita. Akhir November ini hampir 5,2 dari target 5,8 juta. Yakinlah (tercapai, red),” ujar Badra, Senin (4/12).

baca juga : Pariwisata Bali Masih Aman

Sesuai data yang dihimpun, sebelum status Gunung Agung ditingkatkan, di bulan Agustus kunjungan mencapai 587.333 wisman. Kemudian bulan September setelah status Gunung Agung meningkat, kunjungan merosot menjadi 537.454 wisman, turun lagi di bulan Oktober menjadi 450.160 wisman. Tren berbeda justru terjadi dibulan yang sama di tahun 2016. Agustus kunjungan mencapai 426.992 wisman meningkat menjadi 431.107 wisman di bulan September, dan kembali turun di Bulan Oktober 397.413 wisman.

Meski kunjungan diklaim telah mendekati angkat 5,2 juta wisman, nampaknya sulit untuk memenuhi target 5,8 juta wisman di sisa akhir tahun ini jika melihat tren kunjungan per bulan yang tak pernah menyentuh angka 600 ribu kunjungan per bulan.

BACA JUGA : Pariwisata Bali Rapuh, Kata Cok Ace

Kendati demikian, Badra mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan agen travel dan airlines, termasuk kedutaan-kedutaan besar yang di Indonesia. “Kami mohon bantuan ke mereka agar menginformasikan ke warganya bahwa Badung aman dikunjungi wisatawan. Objek wisata kami aman dan nyaman, masih jauh jaraknya ke Gunung Agung,” jelasnya.

Di sisi lain pihaknya masih waspada terhadap sebaran abu vulkanik yang pekan lalu sempat memaksa Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup. Sedangkan objek wisata di Badung masih tetap aman dan nyaman. “Cuma masalahnya sekarang abu itu saja,” ujar pejabat asal Kuta tersebut.

Ia mengakui selama tiga hari penutupan bandara Ngurah Rai, kedatangan wisman sempat anjlok. Penutupan selama tiga hari tidak ada kedatangan. Biasanya per hari kedatangan 12 sampai 13 ribu kedatangan internasional. “Setelah dibuka ada sekitar empat ribu yang datang. Sekarang sudah merangkak naik. Mudah-mudahan minggu kedua kami harapkan normal,” imbuh Badra.

Ia menambahkan, saat penutupan bandara, Pemkab Badung berupaya melakukan pelayanan maksimal dalam membantu para wisman pulang kembali ke negaranya. “Agak tidak krodit mengevakuasi tamu-tamu yang harus berangkat, kami fasilitasi lewat darat ke Surabaya dan sebagainya. Kami berikan pelayanan yang maksimal supaya mereka bisa bercerita bahwa mereka nyaman dan akan kembali lagi. Jadi kami tetap lakukan yang terbaik,” tandasnya. nas

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *