Diskominfo Gianyar Gelar Sosialisasi dan Pengenalan Alat Persandian

DALAM rangka peningkatan pemahaman dan wawasan di bidang persandian Kabupaten Gianyar bekerjasama dengan Lembaga Sandi Negara, menggelar Sosialisasi Persandian Daerah Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gianyar, Jumat (11/8) di Ruang Sidang 1 Kantor Bupati Gianyar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gianyar, Cokorda Gde Rai Widiarsa Pemayun, menyampaikan akan pentingnya sebuah informasi di dalam megamankan kebijakan pemerintah pusat. Dalam era keterbukaan Bidang Persandian merubah paradigm lama persandian.

Awalnya siap untuk tidak dikenal dalam menjalankan tugas mengamankan informasi, berubah menjadi paradigm baru yaitu berani tampil memperkenalkan diri namun tetap berpegang pada prinsip kerahasiaan informasi.

Menurutnya, sosialisasi digelar sesuai dengan Undangundang No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, Undang-undang No 23 Tahun 2014. Dimana Persandian Merupakan Salah Satu Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar dan Peraturan Kepala Lembaga Sandi Negara Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pengelolaan dan Perlindungan Informasi Berklasifi kasi Milik Pemerintah.

Sebagai narasumber, dari Sandi Negara Aris Riyanto, ST Kasubdit Peralatan Sandi Negara. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan penyelenggaraan persandian untuk pengamanan informasi di Pemerintah Daerah. Sosialisasi persandian ini, diharapkan dapat membuka wawasan dan pemahaman tentang pentingnya pengamanan informasi seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi, yang memberikan segala kemudahan dan akses cepat dalam memperoleh informasi. “Tentunya kemudahan memperoleh informasi tidak luput dari ancaman informasi sehingga perlu suatu kesadaran akan keamanan informasi secara lebih dalam,” jelasnya.

Terlebih, kata Aris Riyanto, diera teknologi informasi seperti sekarang, keterbukaan dan globalisasi telah membawa dampak pada transparasi informasi. “Dimana hampir semua informasi mudah didapat,” ungkapnya.

Bahkan, menurutnya, hak untuk mengakses informasi juga dijamin dalam undang-undang. Namun demikian, yang harus dipahami bahwa kebebasan untuk mengakses informasi dibatasi oleh informasi yang dikecualikan sesuai amanat Undangundang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, dimana informasi ini wajib dilindungi.

Dalam sosialisasi ini juga dilakukan penyerahan bantuan alat persandian oleh Lembaga Sandi Negara kepada Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Gianyar dan melakukan suatu demo atau adegan cara penyadapan telephon yang langsung dilakukan oleh Aris Riyanto.

Dia mengatakan hanya dengan nomor handphone saja seseorang dapat dengan mudah menyadap atau merekam percakapan seseorang maka kesadaran menjaga keamanan informasi harus dilakukan secara baik. adi/adv

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *