Dishub Pastikan Perangkat Derek Ada di Pertengahan Desember 

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Masih maraknya parkir di badan dan trotoar jalan, utamanya di daerah pariwisata seperti Kuta, Legian, Seminyak dan Tuban. Membuat pihak Dishub Badung segera merealisasikan pengadaan alat derek. Dimana alat derek tersebut sudah dirancang dan kemungkinan sudah ada pada pertengahan Desember ini. “Memang kendaraan derek selaku alat eksekusi di lapangan masih dalam tahap pengadan. Begitu alat ini ada maka akan diintesnsigkan melakukan penrtiban,”ujar Kabid Lalulintas Jalan Dishub Badung, Tofan Priyanto, Kamis (22/11).

 

Dipaparkannya kendaraan yang parkir di atas trotoar masuk dalam katagori melanggar ketertiban umum. Sehingga mengacu pada Persa N0.7 tahun 2016, maka yang berwenang melakukan langkah penertiban adalah tim yustisi kabupaten Badung. Sementara untuk parkir di badan jalan barulah menjadi ranah kewenangan pihaknya.

 

Pihaknya mengaku sudah beberapa mengatensi permasalahan tersebut, seperti ikut dalam Sistim pengamanan terpadu bersama Pol PP, Kepolisian, TNI dan pihak lainnya. Namun hal tersebut baru hanya sebatas himbauan danpembinaan, sedangkan untuk penderekan itu masih terkendala ketiadaan alat. Sehingga pihaknya juga belum menyiapkan aspek legalnya. “Parkir diatas trotoar itu dikarenakan kebutuhan parkir yang terbatas, karenanya memang harus ada ketegasan nantinya baik dari legal dan alat,”pungkasnya.

 

Pihaknya berharap kepada masyarakat agar senantiasa mentaati rambu, terkait dimana larangan parkir dan dimana lokasi parkir. Sebab pelanggaran parkir menjadi salah satu pemicu munculnya kemacetan, karena berkurangnya lebar efektif jalan. Untuk itu pada lertengaham Desember ini pihaknya akan menyiapkan aturannya dan sosialisasi, sebelum dilakukan penindakan.

 

Sementara plt Camat Kuta, Made Widiana tidak memungkiri bahwa masalah parkir di trotoar dan badan jalan masih menjadi masalah klasik penyebab kemacetan di Kuta. Bahkan masyarakat ada yang menuding bahwa cepat rusaknya trotoar di kawasan Kuta karena selalu digunakan untuk memarkir kendaraan. Pihaknya sudah beberapa kali melakukan pembinaan dengan jajarannya di tingkat bawah serta memfasilitasi agar hal ini tidak terjadi. Namun sayangnya pelanggaran yang terjadi di Kuta sudah tidak bisa lagi diatasi hanya dengan pembinaan. Karenanya itulah ia mendukung pihak berwenang dalam hal ini Dishub dan Pol.PP Badung untuk memberikan sanksi tegas kepada pelanggar. “Kita mengingatkan kembali kalau trotoar adalah pedestrian yang merupakan hak atau tempat pejalan kaki, untuk bisa nyaman berjalan kaki menikmati suasana sekitar. Dengan dipakainya trotoar sebagai parkir, itu namanya merampas hak pejalan kaki,”terang Widiana. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!