Diserang Lebah Hutan, 4 Orang Masuk RS

posbali.id
Foto: Korban dirawat di RSUD Karangasem akibat diserang lebah hutan “Nyawan Dendeng Ai”

KARANGASEM, POS BALI – Keganasan lebah hutan yang di Bali disebut Nyawan Dendeng Aikembali memakan korban. Kali ini lebah yang berukuran 2 kali lebih besar dari lebah biasa itu menyerang warga Desa Adat Dukuh Penaban, Kelurahan Karangasem, Minggu (12/11/2017). Setidaknya 4 orang masuk RS akibat sengatan lebah beracun tersebut. Bahkan satu orang diantaranya harus diopname karena terlalu banyak disengat gerombolan lebah yang mengamuk.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya lebah hutan menyerang warga Dukuh Ni Nyoman Suartini (47). Saat itu Suartini sekitar pukul 6;30 Wita sedang mencari ambung  (daun umbi jalar) sebagai pakan ternak Babi di tegalan milik Jero Mangku Gada Sari di Banjar Babakan, Desa Adat Dukuh Penaban, Kelurahan Karangasem. Suartini terkejut ketika sedang asik memetik ambung justru diserang segerombolan lebah hutan. Ia pun lari histeris minta tolong kemudian datang mertuanya Ni Nyoman Ngetis (71) dan tetangganya Ni Made Subadri (43).

Belum sempat menolong justru Ngetis dan Subadri tak luput dari sengatan sehingga ikut berlari menyelamatkan diri.  Suartini yang diserang puluhan lebah itu pun sampai di rumah I Nengah Jati (42) yang tak jauh dari lokasi. Jati mencoba menolong dengan menghalau lebah menggunakan sapu namun dirinya juga ikut merasankan sengatan lebah pada tubuhnya. Hingga akhirnya warga setempat ramai-ramai membawa bobok (daun kelapa kering yang diikat lalau dibakar) hingga membuat lebah menyingkir karena takut api.

Keempat korban pun dilarikan ke RSUD Karangasem. Terparah Ni Nyoman Suartini harus diopname karena mengalami puluhan sengatan di wajah, kepala, tangan, dan tubuhnya. Sementara tiga orang lainnya yang sudah membaik diinjikan pulang karena konisinya sudah membaik.

Salah satu keluarga korban, Ketut Subrata menjelaskan bahwa Nyawan Dendeng Ai di lokasi memang sering menyerang warga karena galak pasca pernah dicari sarangnya oleh pemilik Lahan Jero Mangku Gada Sari. Namun setelah dibakar sarangnya di sebuah gua ternyata lebah itu tidak menghilang. Bahkan kini menjadi galak dan menyerang warga yang lewat di sekitar lokasi.

Subrata yang mantan Panwaslu Karangasem itu menyampaikan akan melaporkan kejadian itu kepada keliang Adat Dukuh Penaban sehingga secara bersama-sama dicari solusi sehingga lebah tidak lagi menyerang warga. “Nanti biar dicarikan tukang pencari Nyawan Dendeng Ai sehingga bisa diusir dari lokasi,” pungkasnya. 017

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *