Dilarang Mencharger HP Dengan Powerbank Saat Inflight

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Setiap penumpang yang sedang dalam masa penerbangan (inflight), dilarang melakukan charger HP menggunakan powerbank. Bukan hanya itu, powerbank juga dipastikan dilarang dibawa ke bagasi pesawat, berapapun jumlahnya. Powerbank hanya boleh dibawa ke kabin, dengan ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi menyangkut ketentuan spesifikasi dan kondisi mili ampere. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Otban wilayah IV, Elfi Amir saat melaksanakan Kampanye dan Sosialisasi, dalam rangka meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan, Minggu (10/2) di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

 

Diakuinya, masalah pembawaan powerbank dan laptop merupakan hal yang paling banyak terjadi di seluruh negara, utamanya menyangkut mencharger dengan powerbank di kabin pesawat. Karena itulah ia menilai perlu dilakukan edukasi yang lebih luas lagi, supaya masyarakat mengetahui hal itu yang sekaligus meningkatkan pengetahuan  tentang pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan bersama-sama. Sehingga penundaan pesawat udara, karena mis komunikasi terkait faktor barang bawaan penumpang bisa diminimalisir.

 

Kampanye tersebut diterangkannya, merupakan program dari Direktorat Jemdral Perhubungan Udara melalui Kantor Otban Wilayah IV, bersama seluruh stake holder di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. Kampanye itu dilaksanakan secara serentak di sepuluh bandara dibawah naungan kantor Otban wilayah I sampai X, dengan melibatkan seluruh stake holder terkait. Sasarannya meliputi kelayakan udara, personil crue pesawat udara, fasilitas penunjang dan personil pelayanan udara, termasuk pelayanan penumpang angkutan udara, kehandalan fasilitas pendukung, personil, prosedur keamanan bandar udara termasuk Avsec, serta kehandalan pelayanan lalulintas udara atau air traffic sevices. “Untuk saat ini, sementara di Bali saya lihat masih kondusif dan sesuai dengan SOP. Baik dari airline, grounhandling dan semua masih sesuai dengan SOP. Pelayanan air traffic services juga dalam kondisi optimal,”tegasnya didampingi oleh GM Angkasa Pura I Ngurah Rai, Yanus Suprayogi.

 

Dipaparkannya, sosialisasi dan kampanye tersebut dilakukan dengan memberikan brosur, pin dan media kampanye yang lain seperti spanduk video tron dan penjelasan keterangan petugas humas kepada calon penumpang. Sehingga masyarakat bisa mengerti bagaimana peraturan dan ketentuan, untuk naik kedalam pesawat udara. Terutama menyangkut barang-barang bawaan yang dikategorikan dangerous good item, yang tidak boleh dibawa ke pesawat udara. Serta larangan membawa barang scurity item, barang yang mengancam keamanan, mapun sharing informasi, prosedur dan tata cara mengenai perjalanan pernerbangan. “Kita juga telah memeriksa atau melakukan ramp chek tiga buah pesawat udara, serta personil crue cabbin sebanyak 16 orang, Ground Support Equipment (GSE) sebanyak 9 buah. Semua masih sesuai SOP,”pungkasnya. GAY
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!