Dihadirkan dengan Pengawalan Ekstra Ketat

posbali.id

Setelah Kabur, Lengkong Minta Dihukum Ringan

 

DALAM kawalan ektra ketat dari aparat polisi, mantan polisi yang sempat melarikan diri dari sel tahanan Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Bali, I Wayan Murdana alias Lengkong, dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Peggy Ellen Bawean dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (29/5).

Dalam sidang dengan agenda pembelaan atau pledoi atas tuntutan JPU ini, Lengkong yang pernah bertugas sebagai buser Dit. Narkoba Polda Bali ini secara lisan meminta keringanan hukuman dari majelis hakim yang diketuai, Sutrisno.

Tidak hanya itu, Lengkong yang sempat dua hari di kejar tim BNNP, sebelum ditangkap di daerah Lombok, NTB ini,  mengakui dirinya bersalah dalam penyalahgunaan narkotika.

Sebelumnya, dalam sidang, Senin (15/5) lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Peggy Ellen Bawean menuntut Murdana alias Lengkong dengan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp800 juta. Sehari setelah sidang tuntutan itu, tepatnya, Selasa (26/5) pagi – pagi buta, Lengkong kabur dari sel tahanan BNNP Bali bersama tiga tahanan lainnya.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan, terdakwa Lengkong terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, yakni tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 114 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sementara itu, Benny Hariyono, kuasa hukum terdakwa Lengkong dalam nota pembelaannya menyatakan bahwa, terdakwa hanyalah korban dari penyalahguna dan peredaran gelap narkotika. Pasalnya, barang bukti yang ditemukan pada terdakwa saat ditangkap adalah milik Badrus (DPO).

Menurut Benny Hariyono, tuntutan JPU terlalu berat. Apalagi, terdakwa sudah berjasa dalam membantu penyelidikan untuk membongkar peredaran gelap narkotika. Sayangnya, kuasa hukum terdakwa tidak menguraikan atau menjelaskan jasa Lengkong tersebut.

Terungkap di persidangan, terdakwa yang seharusnya bertugas memberantas peredaran narkoba ini ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung dengan barang bukti narkotika jenis sabu.

Tertangkapnya Murdana, berawal dari adanya infomasi dari masyarakat ke BNN Badung terkait adanya transaksi narkoba di kos Bagus Jaya Residence, yang beralamat di jalan Tangkuban Perahu Utara Kavling Tegal Bintang, Banjar Tegal Buah, Desa Padangsambian Kelod. Dari informasi itu, tim dari BNN Badung melakukan penyelidikan di kos tersebut.

Saat dilakukan pengamatan, pada hari Selasa (24/1) lalu,  sekitar pukul 02.00 Wita petugas melihat terdakwa datang dan masuk ke kamarnya. Tak berselang lama,  terdakwa  kembali keluar kamar dengan gelagat yang mencurigakan, Tim anggota BNN Badung bersama satpam kos langsung naik ke lantai II menuju kamar terdakwa. Terdakwa tampak kaget, tubuhnya gemetar dan anggota melihat terdakwa membuang sesuatu dari gasebo lantai II. nano

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!