Didampingi Dewa Sukrawan

SGB Perkenalkan Program 4G di Buleleng

 

DI hadapan ribuan warga dua desa di Kecamatan Sawan, Buleleng, Desa Bebetin dan Desa Menyali, Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta yang akrab dengan sebutan SGB (Sudikerta Gubernur Bali), memperkenalkan program 4G.

Program 4G sendiri adalah singkatan dari empat jenis pelayanan gratis yakni Gratis Ngaben Massal, Gratis Pendidikan, Gratis Kesehatan dan Gratis Pupuk organik yang akan diaplikasikan ke masyarakat jika pada Pilgub 2018 nanti, SGB terpilih menjadi Gubernur Bali. Program 4G sendiri merupakan penjabaran dan kesinambungan program Bali Mandara yang saat ini dinakhodai Gubernur Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta yang kini masih menjabat Wakil Gubernur Bali.

Di hadapan masyarakat dua desa tersebut, SGB yang juga Ketua DPD I Golkar Bali menjelaskan, dari sembilan kabupaten/kota di Bali, Buleleng masih menempati urutan kedua terbesar jumlah penduduk miskin setelah kabupaten Karangasem. Kondisiini diakui SGB sebagai salah satu sumber kesenjangan kesejahteraan masyarakat, antara masyarakat Bali Selatan dan Bali Utara. Karena itu, SGB berjanji mulai 2018 mendatang akan berusaha keras untum menyeimbangkan kesejahteraan antara dua wilayah di Bali tersebut.

“Selama empat tahun tyang (saya-red) memimpin Bali mendampingi bapak Gubernur Made Mangku Pastika, memang sudang terus mengurangi kesenjangan pembangunan antara Bali Utara dengan Bali Selatan dengan berbagai program pemerintah. Fokus kita adalah pengentasan kemiskinan, namun memang usaha selama hampir lima tahun ini belum mencapai hasil yang signifikan. Itu sebabnya saya bertekad melanjutkan program Bali Mandara dengan tambahan program 4G. Khusus untum Buleleng, kita akan berusaha meningkatkan kwalitas infrastruktur, agar daerah2 minus yang ada di Buleleng, dapat terjangkau dengan cepat oleh perkembangan ekonomi secara keseluruhan, ‘papar SGB.

Dalam lawatannya yang dikemas berupa simakrama dengan masyarakat dua desa tersebut, SGB didampingi ketua DPD II Golkar Buleleng, Putu Singyen, Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Kori dan mantan Ketua DPRD Buleleng, Dewa Sukrawan.

Pada kesempatan tersebut, SGB juga meminta para kepala desa utk terus update data2 kemiskinan, sehingga upaya pengentasan yang dilakukan Pemprov Bali mencapai sasaran yang tepat. “Salah satu program pengentasan kemiskinan yang selama ini sudah banyak dikenal di masyarkat adalah program bedah rumah. Tetapi bedah rumah yang dilakukan itu memang masih belum bisa dikategorikan layak huni. Karena itu pada tahun 2018 mendatang kami akan meningkatkan kualitas rumah-rumah yang sudah dibedah, menjadi rumah layak huni. Tahun 2018 akan kita tingkatkan kualitas rumah-rumah yang sudah dibedah, yang selama ini hanya rumah saja, dinding tembok. Nanti ditingkatkan dengan plafon, keramik, dan lain-lain sehingga rumah-rumah itu menjadi layak huni,” ujar SGB.

Sementara itu, dalam simakrama di desa Menyali salah seorang anggota masyarakat, Gede Darmawan meminta kepada SGB agar bisa mendengar dan mewujudkan aspirasi masyarakat Buleleng, yang hampir seluruhnya ingin agar program Bali Mandara dapat dilanjutkan. “Kami di Buleleng sudah sangat merasakan manfaat program Bali Mandara. Karena itu, kami sangat ingin agar pak Sudikerta (SGB) dapat melanjutkan program Bali Mandara, sebagai Gubernur Bali terpilih hasil Pilgub 2018. 003/**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *