Di Bali, Politisi PDIP Yakini Jokowi-Ma’Aruf Menang di Atas 70 Persen

posbali.id
Dra. IGA Putri Astrid Kartika, MA

DENPASAR, posbali.id – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dra. IGA Putri Astrid Kartika, MA meyakini bakal capres-cawapres RI 2019-2024, Joko Widodo-Ma’ruf Amin menang mutlak di Bali. Memastikan kemenangan tersebut, pihaknya akan fokus melakukan pendalaman ke komunitas-komunitas mikro.

“Pak Jokowi punya peluang yang sangat besar di daerah khususnya di luar Jawa karena karya-karya beliau di luar jawa sangat besar. Khusus di Bali, saya yakin Pak Jokowi bisa memenangkan mutlak di atas 70 persen, saya berharap sih 80 persen,” ungkapnya usai memberikan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan “Membangun Taksu Bali” di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Senin (10/9).

Pandangan tersebut berpijak pada keberhasilan mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam meredam isu-isu yang berusaha merongrong kebhinekaan Indonesia beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, rakyat Indonesia, khususnya orang Bali akan menaruh harapan yang besar pada Jokowi untuk bisa melanjutkan memelihara kebhinekaan.

“Tidak ada pilihan lain, jika calon lain yang muncul, dikhawatirkan orang Bali akan lebih mudah tersingkir. Di tangan Jokowi, Bhineka Tunggal Ika itu akan terpelihara,” tegas anggota Komisi VIII DPR RI itu.

Selama 2016-2018, pemerintahan Jokowi dinilai telah banyak mendapat ujian, terutama terkait penguatan nilai-nilai Pancasila. Dengan pengalaman itu, Jokowi dianggap telah bisa melampaui tantangan tersebut.

“Setelah dilampaui itu, tidak ada tantangan yang begitu penting lagi. Semua sudah dibuatkan mekanismenya. Tapi, sesungguhnya yang paling membahayakan adalah tantangan dari luar, kita sama-sama antisipasi jangan sampai isu dalam negeri digunakan untuk kepentingan luar negeri,” jelas tokoh yang juga aktivis perempuan dan anak ini.

Terkait upaya pemenangan di Bali, pihaknya mengaku belum ada konsolidasi mengkhusus yang dilakukan. Namun, strategi ke depan yang akan ditempuh adalah melakukan pendalaman ke target-target kecil. Dinilai, sosialisasi ke komunitas-komunitas jauh lebih efektif dibandingkan pengumpulan massa secara besar-besaran.

“Pada periode pertama kita lebih banyak memperluas jaringan, sekarang lebih banyak pendalaman ke micro targerting micro marketing, ke kelompok-kelompok kecil, bukan pengumpulan-pengumpulan besar,” katanya.

Sementara, terkait kedatangan bakal cawapres pesaing, Sandiaga Salahuddin Uno ke Bali, Astrid menanggapi secara santai. Menurutnya riak yang timbul karena kedatangannya adalah hal yang wajar, mengingat Sandi Uno merupakan tokoh publik.

“Ia datang (ke Bali) sebagai tokoh. Orang akan mengenal beliau, ketika bertemu pasti merasa wah, pengen foto, tapi belum tentu memilih. Karena dia populer, semua orang jadi ingin punya rekaman pribadi bersama beliau, tapi di kotak suara nanti saya pikir akan kembali ke hati nurani pemilih,” pungkasnya. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!