Dewan dan Gubernur Putuskan Anggaran Pilgub Bali Dipangkas Rp97 Miliar

posbali.id

DENPASAR, POS BALI- Berakhir sudah polemik anggaran Pilgub Bali 2018. Rapat Kerja DPRD Bali dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kamis (9/11), dengan agenda pembahasan Ranperda APBD Tahun 2018, menyepakati pemangkasan anggaran Pilgub Bali.

Anggaran Pilgub Bali untuk KPU Bali dan Banwaslu Bali dengan total Rp291 Miliar Lebih, dipangkas Rp97 Miliar Lebih. Rinciannya, anggaran untuk KPU Bali yang semula Rp229 Miliar Lebih dipangkas Rp74 Miliar menjadi Rp155 Miliar. Adapun anggaran Banwaslu Bali, yang semula sebesar Rp62 Miliar dipangkas Rp23 Miliar menjadi Rp39 Miliar.

Pemangkasan anggaran Pilgub Bali itu tinggal ketuk palu pada sidang paripurna DPRD Bali pada 14 November mendatang. “Tadi (kemarin) sudah disepakati dalam rapat gabungan dengan pak Gubenur bahwa anggaran Pilgub Bali dipangkas menjadi Rp155 Miliar untuk KPU dan Rp39 Miliar untuk Banwaslu Bali,” kata anggota Komisi I DPRD Bali Nyoman Tirtawan usai rapat.

Politisi partai NasDem inilah yang pertama kali bersuara lantang dalam rapat paripurna DPRD Bali bulan lalu, agar anggaran Pigub Bali dirasionalisasi.

Pemangkasan anggaran itu tidak terlepas dari pembandingan yang dilakukan DPRD Bali terhadap anggaran Pilgub di sejumlah daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan NTB, termasuk anggaran Pilkada Buleleng. DPRD Bali menilai, anggaran Pilgub Bali terlalu gemuk. Rasionalisasi anggaran perlu dilakukan, agar anggaran yang dipangkas tersebut bisa dialihkan untuk kebutuhan lain, apalagi Bali sedang menghadapi Bencana Gunung Agung.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, penghematan anggaran memang tidak terlepas dari situasi ekonomi akhir-akhir ini, di mana pendapatan Provinsi Bali menurun, serta kondisi rawan bencana yang banyak menyita perhatian dan keuangan. “Jadi di tengah-tengah keprihatinan inilah mari kita berhemat,” ujar Pastika.

Ia mengapresiasi kerja dewan yang membandingkan anggaran Pilgub Bali dengan anggaran Pilgub di daerah lain.
Di NTB, misalnya, wilayahnya luas, jangkuannya lebih sulit, jumlah penduduk juga lebih banyak, anggaran Pilgub hanya senilai Rp136 miliar. KPU Bali bisa melakukan penghematan anggarannya.

“Saya juga mengacu pada hitung-hitungan yang diajukan oleh DPRD. Namanya efisiensi, hal-hal yang sifatnya bisa menggunakan yang kita punya, pakailah itu. Kita bisa menghemat di beberapa kesempatan, misalnya sosialisasi bisa gunakan gedung kita seperti Wiswa Sabha Utama, atau Wantilan DPRD, kantor KPU, kan bisa diundang peserta pemilu. Makanan untuk rapat juga bisa minta di kita, jadi tidak perlu sosialisasi di hotel. Mari kita pelajari kembali satu demi satu mana yang bisa dikurangi,” ujar Pastika.

Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, anggaran Pilgub Bali yang bérhasil dipangkas itu akan dialokasikan untuk menambah anggaran bencana alam, dan untuk pembangunan gedung baru di Rumah Sakit Bali Mandara untuk penderita kanker, sebagaimana yang diusulkan gubernur dalam rapat tersebut.

Ia mengatakan, rencana pembangunan gedung tersebut serta pengadaan peralatannya langsung mendapat persetujuan DPRD Bali. “Kita langsung menyetujui apa yang disampaikan pak gubernur dan dapat direalisasikan nanti. Kita menyepakati anggaran Pilgub tetap Rp155 miliar, sisanya dipakai untuk RS kanker dan tanggap bencana,” katanya.

Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang menderita kanker dan harus mengantri lama untuk bisa terapi penyakit kankernya.

“Di RS Sanglah sendiri peralatan sudah umur sehingga masyarakat harus ngantre berbulan-bulan, sementara kanker terus menggerogoti sel tubuhnya. Peralatan yang ada hanya di RSCM, RS di Singapura dan RS. Darwin yang tentunya membutuhkan biaya sangat mahal. Jadi kita sangat membutuhakan RS Kangker tersebut,” pungkas Sugawa Korry.***

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!