Desak Bangun Tapal Batas di Nambung, Pemuda Lobar Dukung #SekotongMendunia

LOBAR, POS BALI ONLINE – Kawasan Sekotong memang memiliki daya tarik tersendiri, khususnya dari segi daya tarik wisata. Potensi wisata yang dimiliki Lobar itu tak ayal membuat pihak lain merasa iri dan ngotot ingin menguasainya, salah satunya kawasan wisata Pantai Nambung di Desa Buwun Mas Sekotong.

 

Tak ingin kawasan dan potensi Lobar dikuasai pihak lain, kalangan masyarakat di Desa Buwun Mas Sekotong pun bersatu dengan kalangan pemuda lintas organisasi untuk mendukung langkah Kementrian Dalam Negeri yang menetapkan kawasan Nambung sebagai wilayah Lobar. Beberapa organisasi yang berikrar mendukung langkah pemerintah pusat itu antara lain KNPI Lobar, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), Karang Taruna Lobar dan Jaringan Komunikasi Masyarakat Bersatu (Jarkomsat) bersama dan berkumpul di Pantai Nambung Dusun Pengantap Desa Buwun Mas Sekotong beberapa waktu lalu.

 

Diikuti ratusan pemuda, kegiatan tersebut mendapat support penuh dari Kepala Desa Buwun Mas Rochidi, tokoh pemuda Sekotong H. Abdul Majid, dan kalangan masyarakat. Aktivitas tersebut mendapat pengawasan pula dari aparat keamanan setempat. Ada beberapa point pernyataan sikap kalangan pemuda itu pertama mendukung sepenuhnya Gerakan #SekotongMendunia sebagai salah satu program pengembangan wisata wilayah selatan Lobar. Kemudian yang ke dua mendukung dan ikut berpartisipasi aktif dalam perbaikan fasilitas transportasi, Keamanan, kenyamanan wisatawan, dan tapal batas. Dan terakhir adalah mendukung sepenuhnya Pantai Nambung sebagai wilayah Lobar sesuai keputusan Mendagri Nomor 93 tahun 2017 dan sebagai daerah pengembangan wisata yang mendunia.

 

Menurut Ketua KNPI Lobar M. Zain Darmat, pernyataan sikap ini merupakan bentuk dukungan penuh dan kepedulian pemuda terhadap potensi alam yang dimiliki Lobar khususnya di Kecamatan Sekotong. “Dimana dalam setahun terakhir ini tengah gencar menggalakkan promosi wisata di berbagai media, baik media sosial ataupun cetak dengan jargon Gerakan #SekotongMendunia,” ujarnya.

 

Dia menambahkan, diadakannya kegiatan tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat para pemuda Lobar dengan semangat hari pahlawan untuk lebih mencintai wilayahnya. “Kita mengajak mereka untuk mengeksplor Sekotong khususnya Pantai Nambung, karena bagaimana mau mencintai Lobar kalau mereka tidak kenal wilayahnya,” tuturnya.

 

Dikonfirmasi mengenai alasan memilih Pantai Nambung, M. Zain Darmat menyatakan bahwa Pantai Nambung merupakan lokasi yang tepat untuk melaksanakan kegiatan itu. Selain itu, silang sengketa yang berkepanjangan yang berujung pada keluarnya Permendagri Nomor 93 tahun 2017 tanggal 26 September 2017 Tentang Batas Kabupaten Lombok Barat dengan kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat turut menjadi penyemangat.

 

Dikonfirmasi terpisah, salah seorang tokoh masyarakat yang juga pelaku wisata H. Abdul Majid memberi apresiasi terhadap gerakan yang dilakukan kalangan pemuda Lobar tersebut. Dia berharap, ke depannya masyarakat, pemerintah dan pemuda bisa bersinergi secara masiv untuk kemajuan pariwisata di Lobar termasuk Pantai Nambung. “Harapan kami kepada pemerintah agar sesegera mungkin membangun tapal batas permanen di batas dua daerah tersebut termasuk pos pantau. Terpenting lagi adalah pembenahan infrastruktur pendukung wisata di kawasan Pantai Nambung seperti jalan dan sarana lain semacam Mandi Cuci Kakus (MCK),” pungkasnya kemudian. 033

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *