Dari Tukad Unda hingga Tengah Sawah

posbali.id

Semarak HUT ke-71 Kemerdekaan RI

 

KLUNGKUNG, POS BALI ONLINE – Tukad Unda yang pernah menjadi persimpangan lahar letusan Gunung Agung pada tahun 1963, tak hanya menarik untuk dijadikan tempat jepret-jepret foto prewedding bagi calon pengantin, melainkan juga dijadikan tempat membangkitkan jiwa nasionalisme anak bangsa.

Seperti, Rabu (17/8), sejumlah warga Banjar Lebah, kelurahan Semarapura Kangin, kecamatan Klungkung, serangkaian HUT ke-71 Kemerdekaan RI, mereka mengadakan upacara pengibaran bendera Merah Putih pada perayaan HUT ke-71 Kemerdekaan RI. Selain meningkatkan nasionalisme, perayaan di tukad yang berundag tersebut juga menarik minat wisatawan dan warga yang kebetulan melintas di tukad tersebut.

Perayaan HUT kemerdekaan di tukad Unda tampak heroik dan menarik dengan memadukan budaya Bali. Di mana peserta upacara yang berasal dari kalangan anak-anak di barisan 17, kalangan ibu PKK di barisan 8 dan kalangan warga kali Unda di Barisan 45. Mereka  semua menggunakan pakaian adat Bali berwarna putih, coklat dan hitam putih atau poleng. Inspektur Upacara yang dipimpin langsung Lurah Semarapura Kangin, I Wayan Sudarma ini juga menggunakan pakaian adat Bali berwarna poleng dan dilengkapi oleh senjata keris yang diibaratkannya sebagai tongkat komando.

Menurut Lurah Semarapura Kangin, I Wayan Sudarma, bahwa semangat dilaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih di tukad Unda ialah untuk menggelorakan semangat para pejuang atau pahlawan kemerdekaan kepada masyarakat Klungkung, khususnya yang bertempat tinggal di Lurah Semarapura Kangin. Walaupun air di tukad Unda mengalir deras, pihaknya mengaku tidak memiliki rasa takut untuk berdiri di tukad Unda. Karena ia bersama warga sekitar memiliki motivasi dan tekad yang kuat untuk membangun semangat nasionalisme. “Dalam pra kemerdekaan Indonesia, para pejuang juga memanfaatkan sungai sebagai salah satu jalur perjuangan untuk melawan penjajah Belanda, jadi tidak salah ketika pengibaran bendera merah putih kami lakukan di Tukad Unda,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya juga menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan sebagai media promosi pariwisata kepada wisatawan yang ingin menikmati Tukad Unda.

 

DI TENGAH SAWAH 

Suasana berbeda terlihat di Desa Adat Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan. Dalam peringatan detik-detik proklamasi Hari Ulang Tahun ke- 71 Kemerdekaan Republik Indonesia, puluhan warga baik petani, pelajar, pemuda, hingga anak-anak dengan hidmat mengikuti upacara bendera di tengah sawah, subak Ganggangan, Rabu (17/8).

Peserta upacara dengan hikmat mengikuti upacara detik- detik HUT Kemerdekaan RI ke-71 yang digelar di tengah sawah subak ganggangan

Upacara bendera yang dimulai pukul 09.30 Wita ini dikomandoi Bendesa Adat Pagi I Wayan Yastra (44) selaku pembina upacara. Upacara bendera yang baru pertama kali digelar di tengah sawah ini tidak mengenakan baju seragam, mereka berpakaian bebas dan nampak menggunakan topi jerami agar terhindar dari sengatan matahari.

Karena sawah yang berlumpur para peserta upacara harus nyeker tanpa alas kaki. Upacara yang berlangsung selama 45 menit berjalan lancar hanya saja petugas pengibar bendera nampak kesulitan saat berjalan menuju tiang bendera pasalnya lumpur di sawah yang cukup tebal.

Bendesa Adat Pagi I Wayan Yastra mengatakan upacara yang digelar di tengah sawah ini bertujuan untuk menghormati jasa-jasa para pejuang yang berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan Indonesia. Selain itu juga bertujuan untuk memupuk semangat patriotisme bagi generasi muda khususnya di desa adat Pagi. ”Kita sengaja menggelar upacara di tengah sawah,  agar generasi muda tidak meninggalkan budaya bertani. Karena di zaman sekarang ini pekerjaan bertani sudah mulai ditinggalkan,” ujarnya.

Yastra berharap generasi muda tidak meninggalkan budaya bertani apa lagi di Desa Pagi mayoritas warganya adalah petani.

 

KERJA NYATA 

Sedangkan di tempat yang berbeda, pengibaran bendera Merah Putih yang berlangsung di Lapangan Puputan Klungkung dipimpin langsung Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Sekitar pukul 10.00 Wita sirine detik-detik Proklamasi dibunyikan dan pasukan pengibar bendera Merah Putih memasuki lapangan upacara hingga sukses melaksanakan tugas mengibarkan bendera Merah Putih.

Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta menyampaikan, terkait tema yang diangkat dalam perayaan tahun ini yakni “Kerja Nyata” sudah sepatutnya sebagai generasi penerus mampu mengisi kemerdekaan dengan melanjutkan pembangunan melalui hal- hal positif.  “Tema ini jangan sekedar wacana saja, tetapi dengan kemampuan bagaimana kita bisa bekerja nyata, apa yang bisa kita lakukan untuk bangsa dengan hal-hal positif,” ujarnya.

Semarak HUT ke-71 di Kabupaten Klungkung tidak hanya dinikmati oleh pejabat dan masyarakat Klungkung, namun juga dinikmati oleh para tahanan yang berada di Rutan (Rumah Tahanan) Negara Klungkung. Seperti yang disampaikan Bupati Klungkung, bahwa pemerintah telah menyerahkan remisi kepada 23 narapidana di Rutan Negara Klungkung. Pemberian remisi ini berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor W20.815 PK.01.01.02 Tahun 2016 tentang Pemberian remisi umum tahun 2016 dan remisi tambahan tahun 2016 kepada narapidana dan anak pidana. “Dalam keputusan ini, remisi 1 sampai 6 bulan telah diberikan kepada 23 narapidana,” jelasnya. 015/022

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!