Dari Dulu Tak Punya IPAL, Dewan Kecam Pelindo III

Komisi III Segera Panggil GM Pelindo III Benoa

 

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Ketua Komisi III DPRD Bali, Nengah Tamba mengecam Pelindo III Pelabuhan Benoa yang sejak awal tak punya Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).

Hampir semua usaha yang ada di kawasan Pelabuhan Benoa diduga membuang limbahnya ke laut. Bahkan Restoran Akame melalui asisten manejernya, Fanny saat diwawancara POS BALI bulan Juni lalu mengatakan, pembuangan limbahnya menjadi urusan Pelindo III Pelabuhan Benoa.

“Aneh, mestinya instansi pemerintah harus memberi contoh. Kita akan segera panggil GM Pelabuhan Benoa. Dan Komisi III segera turun ke lapangan mengecek pembuangan limbah, reklamasi terselubung, dan puluhan kapal yang mangkrak di pebuhan itu,” kata Nengah Tamba saat dihubungi, Minggu (20/8). Keberadaan sejumlah kapal dan perahu motor yang rusak itu, lanjutnya, sangat mengganggu pemandangan dan membuat kesan Pelabuhan Benoa menjadi kumuh

Sebelumnya, peneliti lingkungan, yang juga salah satu tim AMDAL bidang lingkungan reklamasi Pelabuhan Benoa, Dr. Ketut Gede Dharma Putra, MSc menyoroti, sampai saat ini di Pelabuhan Benoa belum punya instalasi pengolahan limbah. “Mestinya, sejak dulu instalasi pengolahan limbah di Pelabuhan Benoa sudah ada seperti yang ada di BTDC Nusa Dua. Apalagi dalam proyek pembangunan reklamasi Pelabuhan Benoa, instalasi ini mutlak harus disiapkan,”kata Ketut Dharma Putra beberapa waktu lalu.

Menurutnya, resource facility (fasilitas instalasi-red) sekelas Pelabuhan Benoa harus punya, karena menampung instalasi limbah padat dan cair termasuk limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). “Karena tak punya instalasi pembuangan limbah, artinya limbah B3nya seperti oli bekas, sampah cat kapal, logam berat dan limbah zat kimia diduga dibuang ke laut sehingga perairan Teluk Benoa, khususnya di Pelabuhan Benoa sudah tercemar limbah,” ungkapnya sembari menjelaskan,yang ia ketahui selama ini limbah di Pelabuhan Benoa kerjasama dengan pihak ke tiga. “Mestinya, instalasi pengolahan limbahnya dikelola sendiri oleh otoritas Pelabuhan Benoa, tanpa kerjasama dengan pihak ke tiga. Contohnya, BTDC yang punya instalasi pengolahan limbah, Lagoon yang mereka kelola sendiri,” ucapnya.

Dharma Putra juga menyoroti dermaga barat Pelabuhan Benoa yang sangat kumuh sehingga segala aktivitas dan pembuangan limbahnya diduga dibuang ke laut. “Mohon agar segera menata dermaga barat, karena kesannya sangat kumuh dan tak layak. Bisa jadi, segala pembuangan limbah B3nya dibuang ke laut,” katanya.

 

Tanggung Jawab Operator

GM Pelindo III Pelabuhan Benoa, Ardy Wahyu Basuki saat dikonfi rmasi terkait hal tersebut lagi sedang dalam perjalanan. Ia kemudian mengirim pesan singkatnya. “Mohon maaf bli, hari ini saya sedang ada acara keluarga. Untuk klarifi kasi berita, mohon kontak Pak Adi Nurcahya, Humas Pelindo III Benoa. Mohon maaf dan terima kasih bli,” tulisnya.

Humas Pelindo III Pelabuhan Benoa, Adi Nurcahya saat dihubungi, Senin (1/5) membenarkan, Pelabuhan Benoa sampai saat ini belum punya instalasi pembuangan limbah sendiri. Namun untuk pembuangan limbah yang dari kapal menjadi tanggung jawab operator atau pemilik kapal itu.

“Limbah kapal seperti oli, dan sat kimia lainnya itu tanggung jawab operator atau pemilik kapal,” kata Adi Nurcahya singkat, sembari meminta akan segera mengecek dan menyiapkan data-data berkaitan dengan pembuangan limbah kapal tersebut. Adi Nurcahya juga dengan tegas membantah, pembuangan limbah Restoran Akame menjadi tanggung jawab mereka. 003

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *