Dari 45 Caleg DPRD dapil Badung 5 (Kuta), hanya 11 orang yang menandatangani kesepakatan pemilu damai

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Seluruh Calon Legislatif DPRD Badung di kecamatan Kuta, Rabu (5/12) dikumpulkan di aula kantor Camat Kuta. Kehadiran mereka adalah untuk menandatangani kesepakatan pemilu damai di kecamatan Kuta, dalam tahapan pelaksanaan Pilpres dan Pileg yang aman, damai dan kondusif di wilayah Kuta. Menariknya dari 45 caleg DPRD Badung yang ada, hanya 11 Caleg yang menghadiri dan menandatangani kesekapatan kampanye damai, yang disaksikan oleh Camat Kuta, Kapolsek Kuta, Wadanramil Kuta, dan Bawaslu kabupatan Badung. Hadirpula tokoh adat tokoh agama, tokoh masyarakat kecamatan Kuta, serta Kapolresta Denpasar.

 

Dalam pemaparannya, Plt Camat Kuta Made Widiana menerangkan kesepakatan pemilu damai anggota DPRD kabupaten Badung pada pemilu 2019, dapil Badung 5 yaitu kecamatan Kuta berisi 3 point kesepakatan. Yaitu yang pertama mewujudkan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia dan adil. Kedua adalah melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, berintegritas, tanpa hoax, politisasi SARA dan politik uang. Ketiga adalah melaksanakan kampanye berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai daerah pariwisata pihaknya berharap agar keamanan, kenyamanan dan kondusifitas Kuta bisa dijaga dengan baik. Jangan sampai kondusifitas, hubungan dan sinergi yang selama ini sudah sangat baik terjalin di Kuta mdnjadi rusak. “Apapun pilihannya, apapun warnanya, yang kita patut sadari adalah kita semua bersaudara. Pemilu adalah ajang pesta demokrasi yang harus kita jaga esensinya. Mari kita jaga situasi di Kuta bersama-sama dengan tertib, aman dan nyaman,”imbau Widiana.

 

Disinggung terkait partisipasi jumlah kehadiran caleg yang hanya 11 orang, dari 45 orang caleg. Pihaknya tidak memungkiri cukup menyangkan kondisi tersebut, namun mungkin saja dikarenakan ada halangan lain seperti upacara agama, agenda kunjungan kerja dan lain sebagainya. Pihaknya mengaku sudah bersurat resmi kepada caleg, yang disampaikan melalui partai induknya masing-masing. Sayangnya caleg tersebut juga tidak mengkonfirmasi ketidak kehadirannya. Untuk itu pihaknya mengharap agar caleg yabg tidak hadir tersebut bisa sepakat mengukuti kesepakatan kampanye damai di kecamatan Kuta. “Kami di kecamatan sifatnya hanya mewilayahi atau administrator, koordinator kecamatan. Walaupun sudah ada PPS tapi kami mempunyai kepentingan menyangkut keamanna wilayah kecamatan. Sebab pemilu ini gesekannya sangat tinggi. Karena itulah para caleg kami harapkan hadir dan sepakat, kalau tidak masing-masing calon berkomitmen menjamin keamanan dan menjamin pelaksanaan pemilu yang aman nyaman damai sesuai asas dan aturan yang berlaku, lantas siapa lagi,”jelasnya.

 

Sementara Kapolsek Kuta, AKP Teuku Ricki Fandlianshah berharap dan meminta kepada para Caleg, untuk berkampanye dengan baik. Jangan sampai ada perang di medsos, perang berita hoax menjelekkan satu orang ke orang lain, black campaign, money politic yang patutnya dihindari. Karena pihaknya di Bareskrim dan Mabes Polri sudah ada tim, untuk memonitoring medsos atau berita hoax yang menjelekkan paslon atau calon legislatif. Dimana sekarang UU ITE sangat berperan besar dalam mengungkap kasus-kasus kejahatan menyangkut Pemilu. Agar benar bali yang damai ini bisa tetap terjaga, sehingga wisatawan juga mencintai Bali karena keindahan, seni, adat, budaya dan kedamaiannya. “Mari mengabdi kepada bangsa dan negara dengen berpolitik sehat, tidak perlu menjelakkan kepentingan politiknya. Berpolitiklah secara sehat dan pintar, karena masyarakat sekarang sudah cerdas dan pintar menggunakan hak suaranya,”imbau AKP Ricki.

 

I Gusti Anom Gumanti selaku salah satu Caleg yang hadir mengaku sangat mengapresiasi pertemuan tersebut. Hal itu menurutnya merupakan bentuk kemajuan dari demokrasi di Kuta, dimana calon legislatif diundang dan diajak menyatakan kesepakatan pemilu damai. Namun pihaknya mengaku cukup menyayangkan kenapa justru caleg yang hadir malah sedikit, bahkan incumbent juga sangat minim hadir. Padahal selaku incumbent harusnya para caleg dinilainya harus memberikan contoh kepada newcomer. Dimana esensi penandatanganan kesepakatan tersebut menurutnya sangatlah penting adanya, untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa para caleg siap mengikuti aturan dan sekaligus melaksanakan kampanye secara sopan, santun dan beretika. “Saya rasa di Kuta tidak perlu neko-neko urusan kampanye, sebab masyarakat Kuta adalah masyarakat yang cerdas. Yang kita perlu tonjolkan adalah bagaimana kita berdemokrasi secara sopan, santun dan beretika. Mari kita berpesta demokrasi dengan menghormati, menghargai dan kita harus mengetahui ketentuan dasar hukum, taat azaz dan taat hukum,”ajak Anom Gumanti.

 

Pihaknya mengaku senantiasa dan siap mengikuti kesepakatan kampanye damai yang telah ditandatangani, bahkan pihaknya mengaku sudah mendeklarasikan diri dan timnya untuk senantiasa taat azaz dan taat aturan. Dimana pihaknya sudah mengundang KPU dan Bawaslu, untuk memberikan pemaparan kepada tim pemenangannya. Sebab disadarinya tim pemenangan juga merupakan rakyat yang harus mengetahui dan memahami aturan yang berlaku. “Kegiatan ini adalah suatu kehormatan bagi saya sebagai calon, karena diundang dan bisa menandatangani kesepakatan kampanye damai. Saya ingin menunjukan kepada rakyat bahwa saya selalu hormat dan taat pada aturan. Mari kita jaga pariwisata kita yang notabene priuk kita, dengan menjaga situasi dan kondisi tetap nyaman dan aman,”tegasnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!