Dana Bersumber dari APBD

posbali.id

Bupati Badung Tinjau Lokasi Pembangunan Gedung Kejari

 

PADA tahun 2017, Badung dipastikan akan membangun gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung. Lokasinya ada di Terminal Mengwi seluas sekitar satu hektar.

Untuk tujuan ini, Selasa (9/8), peninjauan lokasi gedung dilakukan. Peninjauan bersama dilakukan Kepala Biro Perencanaan Kejaksaan Agung RI Amir Yanto didampingi Kajati Bali Dr. H. Abdul Muni, S.H., M.H., dan Kajari Denpasar Erna Normawati Widodo Putri, S.H., M.H. Dari Pemkab Badung hadir Bupati Nyoman Giri Prasta, S.Sos. didampingi Wabup Drs. I Ketut Suiasa, Sekda Kompyang R. Swandika dan pimpinan sejumlah SKPD di lingkup Pemkab Badung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi gedung Kejari ada di sebelah kanan Terminal Mengwi. Karena ada di dalam kawasan terminal, pembangunan ini otomatis akan mengubah desain terminal. Salah satunya akan terjadi pembongkaran terhadap pintu keluar terminal dan sejumlah fasilitas lainnya.

Usai peninjauan, Kepala Biro Perencanaan Kejakgung Agus Riswanto menyatakan terima kasih kepada Pemkab Badung yang telah peduli terhadap pelayanan bagi pencari keadilan. “Jika mengandalkan pusat, pembangunan gedung Kejari Badung dipastikan memakan waktu lama. Dengan adanya kepedulian Pemkab Badung ini, tentu kami harus sambut dengan baik,” ujarnya.

Hal sama dikemukakan Kajati Bali, H. Abdul Muni. Dengan adanya Kejari, tentu saja pelayanan keadilan di Kabupaten Badung akan lebih bagus. Keberadaan Kejari ini, tegasnya, bukan didasarkan pada mendesak atau tidak, atau besar kecilnya jumlah perkara yang terjadi.

Namun, menurutnya, pembangunan gedung Kejari ini sematamata untuk pelayanan prima bagi pencari keadilan. Dengan begitu, perlu dibangun Kejari Badung. Ini sangat luar biasa,” katanya.

Ditanya mengenai kesiapan personel, Kajati mengungkapkan akan disiapkan setelah gedung terbangun. Dia memaparkan, detail engeneering design (DED) akan digarap pada APBD perubahan 2016, pembangunan dilakukan pada APBD induk 2017 dan diharapkan kelar pada akhir 2017. “Pada 2018, baru kami mempersiapkan personelnya,” tuturnya seraya menambahkan ‘’karena ini dibangun dengan dana APBD Badung, kantor ini nantinya akan dihibahkan oleh Badung kepada Kejaksaan. Kami nantinya akan menerima hibah dari Pemkab Badung,” katanya.

Hal sama dikemukakan Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta. Menurutnya, pembangunan gedung Kejari dilakukan untuk memberikan pelayanan mandiri kepada masyarakat. Pembangunan gedung Kejari jelas merupakan kebutuhan masyarakat, terutama masyarakat yang ingin mencari keadilan. Pembangunan ini, katanya, juga akan menjadi salah satu ikon bagi pasangan Giri Prasta dan Suiasa. Tujuannya tentu saja memberikan layanan prima bagi masyarakat.

Ditanya apakah pembangunan ini tak akan mengganggu layanan terminal, karena dibangun di dalam areal terminal, Bupati menampiknya. Saat ini luas areal terminal total mencapai 11,3 hektar. Dari luas areal tersebut, lima hektar akan diserahkan ke pusat sebagai terminal karena persyaratan untuk terminal angkutan tipe A luas minimalnya lima hektar, sedangkan satu hektar akan diambil untuk pembangunan gedung Kejari Badung dan dilengkapi dengan jalan 12 meter. “Dengan jalan ini, posisi terminal dan Kejari akan terpisah.” nas/adv

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!