Dadia Kubakal Laksanakan Ngeroras Massal

posbali.id

Digelar Pertama Setelah 5 Generasi

 

KARANGASEM, POS BALI ONLINE – Upacara ngeroras atau mamukur, rentetan upacara setelah upacara Ngaben diyakini untuk menyatukan atma secara sempurna kembali kepada Sang Pencipta.

Untuk menggelar upacara pitra yadnya tertinggi itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Maka untuk warga ekonomi lemah sangat tidak mungkin untuk melaksanakan sehingga perlu melakukan upacara secara massal.

Seperti yang dilakukan Dadia Kubakal, Banjar Tanah Lengis, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem. Dengan urunan dan uang tabungan bersama sejak 10 tahun lalu akhirnya krama Dadia Kubakal berhasil melaksanakan upacara ngeroras.

Pengelingsir Dadia Kubakal, I Nyoman Putu Sutirta menyampaikan, krama Dadia Kubukal sudah ratusan tahun tidak pernah melaksanakan upacara ngeroras. Disampaikan pertisentana Dalem Kubakal yang berpusat di Rendang itu sudah lebih dari lima generasi belum juga melaksanakan upacara sakral tersebut. Pasalnya dana untuk melaksanakan upacara itu tergolong besar.

“Ancer-ancer biaya yang dihabiskan sekitar Rp600 juta,” ujar Sutirta saat ditemui dalam acara nganyut di Pantai Jasri, Sabtu (13/8). Biaya tersebut termasuk upacara meajar-ajar yaitu melakukan sembahyang ke pura-pura Sad Kahyangan di seluruh Bali yang digelar pekan depan.

Sutirta yang didampingi pengelingsir lainnya Nengah Arimbawa menyampaikan, dalam upacara ngeroras itu diupacarai 130 Puspa (atma orang meninggal yang sudah diaben). Krama dadia yang terdiri dari 106 KK pun antusias mendukung dan mulai menabung sedikit demi sedikit sejak 10 tahun silam. 017

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *