Cooking class perlu kesabaran dan kesinambungan

posbali.id
Mereka miliki loyalis pembeli

MANGUPURA, POS BALI – Melatih paguyuban pedagang untuk memasak dinilai merupakan hal yang susah-susah gampang dilakukan. Pasalnya selain otodidak, melatih skill diperlukan kesabaran dan metode yang tidak membosankan. Karena itu kesinambungan pelatihan dinilai sangat penting dilakukan, jika benar-benar meningkatan standar pelayanan dan standar mutu dari produk yang disajikan pedagang. “Jadi belajar tidak berfokus ke materi saja. Sejauh ini kondisi keterampilan pedagang yang telah kita latih sebelumnya sudah ada perkembangan, tentu ini sangat bagus seiring dengan adanya komitmen membina dari pihak ITDCm jadi setelah dilakukan pelatihan paguyuban pedagang, maka sewaktu-waktu bisa kita bina lagi mereka,”terang Cheff Hendra dari Indonesia Cheff Association Bali, Jumat (6/12).

 

Untuk memaksimalkan pelatihan, pihaknya mengaku akan menentukan mana pilot project dari pelatihan tersebut. Sehingga dengan demikian, itu bisa difokuskan terlebih dahuly agar bisa sampai sesuai dengan standar yang ditentukan. Selain mendapatkan cara memasak, plating, dan higienitas penyajian. Nantinya para pedagang juga akan diajak rembug untuk menakar berapa kesepakatan harga masakannya, jika telah memenuhi standar yang diinginkan.

 

Disisi lain Kepala Devisi Operasional Nusa Dua ITDC, Made Pariwijaya mengaku semua anggota paguyuban yang ikut pasti didata dan diharapkan semua paguyuban agar diikutkan. Hal tersebut untuk memastikan semua anggota paguyuban terstandarisasi dengan baik, melalui pelatihan dan pembinaan yang diberikan. “Mereka bukan hanya diberikan praktek memasak, tapi pembekalan materi untuk meningkatkan wawasannya,”sebutnya.

 

Para pedagang yang tergabung dalam paguyuban diakuinya sudah memiliki value di mata konsumennya. Konsumen mereka bukan hanya wisatawan domestik, namun juga mancanegara. Bahkan sepengetahuannya konsumen mereka ini sangat loyal, dimana wisatawan sering meminta pedagang untuk membuka warungnya, walaupun dalam keadaan tutup. Hal tersebut ternyata berdampak pada tingkat occupancy di Nusa Dua, karena hunian kamar diisi oleh loyalis pedagang tersebut. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!