Cerita Bersambung (114)

posbali.id

Oleh: Gus Martin

ANEHNYA, begitu Sal memasuki kelas tadi, suasana yang tadinya agak riuh, seketika menjadi senyap dan nyaris semua pasang mata yang ada di sana memandangi Sal. Ini suatu situasi yang kuanggap sangat tidak seperti biasanya. Ada apa dengan Sal di mata teman-teman? Apakah ini ada hubungannya dengan peristiwa sebagaimana dilaporkan Sunu dan Dore?

“Jangan-jangan, memang iya,” tebakku dalam hati. Aku punya keyakinan cerita itu sudah beredar dari mulut ke mulut, dari para anggota kelompok belajarnya Sal ke kelompokkelompok yang lain. Lalu, pikiranku pun mau tak mau ujung-ujungnya tertumpu pada  Bulan. “Apakah Bulan sudah tahu?” pikirku.

Kusambangi Sal ke tempat duduknya. Entah kenapa, ia sedikit gelagapan ketika aku mencoba duduk di bangku di depannya sehingga kini aku bisa berhadap-hadapan dengannya. “Benar Gung, aku tidak sakit. Ini karena aku begadang beberapa hari belakangan ini. Semalam, aku malah begadang sampai pagi tanpa aku sempat tidur sama sekali,” jelas Sal tanpa kuminta.

Bagiku, itu dalih Sal yang cukup masuk akal juga walau tetap saja kuyakini wajah pucatnya bukan sepenuhnya karena itu. “Mengerjakan orderan spanduk dan papan nama?” pancingku.

“Ya. Belakangan waktuku memang tersita habis untuk itu. Kalau toh pamanku ikut membantu, itu pun hanya sekadarnya saja karena beliau kebanyakan tugas malam di hotel. Siangnya, seperti biasa aku harus mengantarkan kue bibiku ke pelanggan yang akhir-akhir ini juga kian meningkat jumlahnya. Namun, aku tak memasalahkan kesibukan itu. Toh juga aku masih bisa menyisihkan waktuku untuk belajar berkelompok dan paman serta bibiku mengerti itu,” papar Sal.

“Apa kamu tidak kelewat capek?” tanyaku.

“Ya, pasti capeklah. Namun, aku senang melakukannya karena dari situ aku bisa membantu serta membahagiakan paman dan bibiku,” aku Sal.

“Boleh aku ikut membantu pekerjaanmu?” susulku.

Sal kaget, “Maksudmu?”

Aku menyeriusinya.  “Membantumu ikut mengerjakan spanduk atau papan nama orderan itu. Meskipun aku tak semahirmu, untuk sekadar mengecat, mewarna, atau mungkin menyelesaikan bagian-bagian yang sudah kamu sket, ya barangkali aku mampu. Itu pun jika kamu dan pamanmu mengizinkan,”  kataku.

Sal tambah kaget. “Ah, yang bener? Apa ayah dan ibumu sudah setuju kamu kerja seperti itu? Apa kamu sanggup kalau kuajak begadangan begitu? Jika memang tak ada masalah dan kamu memang berniat begitu, aku senang kalau kamu mau ikut. Pamanku juga pasti akan senang. Disamping aku terbantu atau kerjaanku jadi ringan, aku akan dapat teman begadang sekaligus ngobrol dong,” ujar Sal sumringah.

Secara spontan kuulurkan tanganku untuk dijabatnya dan Sal menyambut. “Terimakasih, Sal. Malam nanti, aku akan ke rumahmu dan mulai bekerja. Ayah dan ibuku pasti senang karena selama ini beliau selalu menyindir dengan halus, memuji-mujimu dan membanding-bandingkan aku denganmu. Beliau selalu menjadikanmu contoh buat aku. Ayahku selalu bilang, lihat tuh si Salya, dia itu sudah mampu menanggung biaya hidup dan sekolahnya sendiri. Itu artinya kan beliau secara tidak langsung menginginkan aku bekerjalah sedikit sambil sekolah….”

Sal tertawa ikhlas, meski terkesan dingin. “Ah, aku begini kan karena keadaan semata. Kalau aku lahir di keluarga berada seperti kamu, mungkin pikiran untuk bekerja tak pernah mampir di benakku. Tapi, ngomongngomong, bukankah dulu ayahmu melarangmu ikut-ikutan aku bekerja? Kamu ingat waktu kamu ikut munuh di Pasar Badung sampai memulung dus karton keliling toko?” bebernya.

“Ahhh…, itu kan waktu kita SD. Disamping karena gengsi dan risi dengan omongan tetangga, orangtuaku melarangku waktu itu kamu ikut kamu lantaran aku masih anakanak dan beliau merasa tidak pantas membiarkan anak-anak dibawah umur bekerja seperti itu,” ujarku.

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

3 tanggapan untuk “Cerita Bersambung (114)

  • 26/11/2018 pada 7:00 AM
    Permalink

    Spurs are already identifying targets for the summer transfer window and 24-year-old Malli features prominently on Mauricio Pochettino’s shopping list in the midfield department. Tottenham to go back in for £10million Mainz star Yunus Malli as boss Mauricio Pochettino builds for Champions League

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!