Celuk Mimpikan Museum dan Hak Paten Kerajinan Perak

posbali.id

GIANYAR, POS BALI ONLINE – Guna membangkitkan Celuk sebagai desa perajin perak, warga menggelar Celuk Jewelry Festival (CJF) untuk pertama kalinya. Festival juga dirangkai dengan berbagai kegiatan termasuk mengenang 100 tahun Celuk sebagai desa perajin perak.

Di sisi lain warga Desa Celuk juga mengharapkan ke depan Celuk mempunyai museum peak dan kerajinan perak Celuk dipatenkan sehingga tidak diakui pihak lain. Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia CJF, I Ketut Widi Putra, pembukaan CJF di Wantilan Pura Desa Celuk, Sukawati, Sabtu (13/8). CJF dibuka Menteri Koperasi dan UKM RI, AA Ngurah Puspayoga.

“Ke depan kami berharap CJF ini menjadi agenda rutin dan Pemkab Gianyar bisa membantu mewujudkan pendirian museum. Sedangkan Kementerian Koperasi dan UKM kami harap bisa membantu mematenkan hasil kerajinan emas dan perak Celuk,” ujar Widi Putra.

Dalam laporannya, Widi Putra CFJ menyampaikan, kegiatan yang diikuti puluhan perajin perak asal Celuk ini bukan saja sebagai upaya membangkitkan kembali kerajinan perak Celuk, melainkan sebuah upaya mengenalkan kembali hasil kerajinan perak Celuk di dunia global. Festival yang digelar dua hari ini diisi berbagai kegiatan seperti kegiatan olahraga, pameran, pengenalan lagu Mars Celuk, fashion show dengan aksesoris khas Celuk, wisata kuliner, penyerahan penghargaan terhadap tokoh serta perintis perajin perak Celuk dan berbagai kegiatan lainnya.

CJF juga sebuah upaya mengembangkan kerajinan perak dengan membuat kerjasama dengan pelbagai pihak, misalnya dengan Telkom yang mengenalkan sistem penjualan online dengan membuat Kampung Digital. Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata yang diwakili Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengapresiasi kegiatan ini. CJF akan diagendakan menjadi agenda tahunan, sehingga bisa dijadikan agenda rutin yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan peningkatan perekonomian Desa Celuk.

Persaingan global dan maraknya penjiplakan hasil karya membuat kerajinan perak dan emas Celuk mengalami penurunan pemasaran. Namun, pihaknya yakin hasil kerajinan perak dan emas Celuk dengan sentuhan tangan tidak akan mampu disaingi pihak lain. “Kami berharap perajin segera mendaftarkan hasil karya mereka, sehingga tidak ada kendala di kemudian hari,” tegas Mahayastra.

Menteri Koperasi dan UKM RI, AA Ngurah Puspayoga berpesan agar tetap mempertahankan kerajinan perak Celuk yang potensial. Kegiatan festival serta pelbagai kegiatan lain diharapkan mampu mengembangkan serta membangkitkan semangat perajin Celuk. “Mengurus Hak Paten di Kementerian Koperasi dan UKM tidak susah, waktu singkat, dan tanpa biaya,” papar Puspayoga. 011

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

2 tanggapan untuk “Celuk Mimpikan Museum dan Hak Paten Kerajinan Perak

  • 21/11/2018 pada 10:16 PM
    Permalink

    Guerrero was banned by the Court of Arbitration for Sport (CAS) in May after testing positive for a cocaine byproduct contained in a tea he drank. Peru skipper Paolo Guerrero loses CAS appeal on 14-month suspension following positive test for cocaine

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!