Cegah DB, Dinkes Karangasem Gencar Fogging

Foto: Petugas Dinas Kesehatan Karangasem saat melakukan Fogging

KARANGASEM, POS BALI – Karangasem kini sedang menghadapi musim penghujan. Pada musim ini rentan timbulanya berbagai penyakit salah satunya adalah Demam Berdarah (DB). Untuk mengantisifasi merebaknya DB, Dinas Kesehatan Karangasem kini gencar melakukan fogging di berbagai wilayah Karangasem terutama di lokasi bekas terdampak DB tahun lalu.

Seperti yang terlihat di Jalan Gajah Mada Amlapura, Selasa (14/11/2017). Petugas Fogging terlihat sibuk menyemprotkan asap ke dalam gang, selokan, trotoar, hingga perumahan warga untuk membasmi jentik nyamuk. “Kami sejak seminggu lalu melakukan fogging untuk pencegahan agar tidak muncul kasus DB di Karangasem,” Ujar Wayan Sugana seorang petugas fogging saat ditanya di sela-sela melakukan fogging di Jalan Gajah Mada Amlapura.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama menyampaikan bahwa pihaknya memang terus melakukan fogging guna pencegahan perkembangan kasus DB. Pihaknya mengaku sudah melakukan fogging di 200 lokasi yang tersebar di Karangasem. “Tahun 2017 ini kita anggarkan 300 fogging, sama dengan tahun lalu,” terangnya.

Kendati fogging seharusnya dilakukan di lokasi yang terkena DB atau pada lokasi yang ada bayi terserang panas, namun pihaknya menyampaikan Fogging kali ini dilakukan untuk mencegah jangan sampai nyamuk justru berkembang sebab sudah mulai musim hujan. Sebab kasus DB saat ini menurun drastis sehingga hampir tidak ada panggilan Fogging. “Kasus DB tahun ini memang menurun, namun Fogging terus dilakukan sebagai upaya pencegahan, kendati di lokasi itu belum ada laporan terserang DB,” jelasnya.

Pihaknya mengakui bahwa menurunnya kasus DB tahun 2017 ini bukan hanya akibat fogging, namun lebih pada bagaimana kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Program Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan program PSM (Pembrantasan Sarang Nyamuk) terus kita lakukan untuk menurunkan kasus DB di Karangasem,” ujar Gusti Bagus Putra Pertama yang mengaku penurunan kasus DB tahun 2017 mencapai 90% dari tahun 2016 lalu. 017

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *