Camat Kutsel berkoordinasi dengan imigrasi

posbali.id
Terkait wna yang menganggu kenyamanan wilayah

 

MANGUPURA, POS BALI – Adanya keluhan warga terkait adanya WNA yang berkatifitas dengan menganggu kenyanan wilayah, mendapatkan atensi dari Camat Kuta Selatan, Made Widiana. Bahkan pihaknya mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pihak Imigrasi untuk memastikan soal izin tinggalnya. Pasalnya wisatawan tersebut beraktifitas layaknya orang bekerja dengan melakukan aktifitas fotografi. “Saya sudah sampaikan itu ke pihak Imigrasi. Semoga bisa segera ditindaklanjuti, karena ranah penangangan WNA itu merupakan kewenangan dari pihak Imigrasi,” sebutnya dikonfirmasi Rabu (16/5).

 

Tidak dipungkirinya, sebelumnya ia bersama petugas Pol PP BKO Kutsel dan kaling terkait telah melakukan pengecekan yang telah. Yang bersangkutan (yang memperkerjakan) diketahui telah mengantongi izin usaha yang beralamat di wilayah Kota Denpasar. Namun kemudian, mereka menyewa sebuah ruang sebagai kantor cabang, pada salah satu hotel di wilayah Kuta Selatan. Karena itulah pihaknya mengarahkan mereka untuk membuat Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU) dan mengimbau agar mereka tidak melakukan aktivitas dengan seenaknya. Misalnya dengan melakukan aktivitas fotografi pada fasilitas-fasilitas umum ataupun sosial. “Dahulu mereka sering beraktivitas seenak udelnya. Kadang di depan tempat usaha orang, kadang juga di pinggiran jalan. Jadi itulah yang menimbulkan keluhan masyarakat,” tegasnya.

 

Sebelumnya masalah tour guide ilegal dan forografer cina yang bwrkatiditas di wilayah kerja Ngurah Ra diakuinya sudah sering didengar oleh Kepala Kantor Imigrasi kelas I khusus Ngurah Rai, Amran Aris. Namun karena ia baru beberapa bulan menjabat Kakanim disana, maka sementara ini pihaknya baru memetakan dan akan memperkuat pergerakan timpora. Apalagi saat ini pihaknya telah dilimpahkan sebanyak 208 orang CASN (Calon Aparatur Sipil Negeri). “Mereka inilah yang akan memperkuat bidang wasdakim, untuk menampilkan imigrasi ada ditengah masyarakat dan sekaligus untuk memberi perlindungan kepada WNA,”ujarnya.

 

Dipaparkannya timpora yang ia bentuk adalah petugas dari imigrasi yang berkeliling setiap hari di ketiga wilayah hukum Kanim Ngurah Rai. Sementara timpora yang tediri dari unsur gabungan, baik polri dan petugas lainnya itu adalah petugas patroli bulanan. Keberadaan timpora khusus petugas imigrasi tersebut diakuinya adalah hal yang wajar, namun selama ini memang tenaga belumlah mencukupi untuk melakukan hal tersebut. “Nanti mereka akan terbagi menjadi 4 grup, dengan masing-masing 6 anggota,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!