Cairan Hijau Pekat Ternyata dari IPAL Lagoon

posbali.id

NUSA DUA, POS BALI ONLINE – Mengucurnya cairan hijau pekat yang diduga merupakan air pengolahan usaha sablon, ternyata cairan yang berasal dari IPAL Lagoon. Hal tersebut lantaran bocornya pipa saluran IPAL yang melintang di depan trotoar Lapangan Lagoon.

Menariknya, pihak BTDC selaku pengelola semula tidak tahu hal tersebut. Bahkan, hal itu diketahui karena adanya keluhan masyarakat. “Itu benar pipa recicle yang bocor, tepatnya retak sejak seminggu lalu. Tapi itu bukan air limbah melainkan air steril yan dipergunakan untuk penyiraman,”terang Kepala Devisi Operasi BTDC, AA. Ratna Dewi, Minggu (14/8) kemarin.

Letak instalasi pipa yang persis bersebelahan dengan drainase, ditengarai membuat cairan tersebut meluber ke drinase. Jika dikatakan bau, dia menilai air tersebut tidaklah bau. Tapi karena air tersebut tidak mendapatkan oksigen dari drainase, hal itulah yang menyebabkan air menjadi berbau. “Pipanya retak tidak terlalu panjang, atau tidak sampai berukuran semeter. Itu juga sudah kami perbaiki, mudahmudahan besok itu sudah selesai,” ucap Ratna.

Pihaknya mengaku tidak menyangka bahwa pipa tersebut bocor, sebab kedalaman pipa itu tertanam sekitar 1,5 meter. Namun karena instalasi tersebut ditanam pertama kalinya sebelum adanya drainase. Sehingga, selain adanya gangguan alam berupa gempa bumi, hal tersebut juga bisa dipengaruhi akan proyek konstruksi U-ditt yang tertanam. “Ukuran pipanya segede galon air minum kemasan. Kita pastikan air itu tidak mengalir kembali ke drainase. Tapi perbaikian itu sifatnya sementara dulu, karena perlu proses perbaikan cukup lama jika dipatenkan, sebab yang bocor pipa induk kita,” paparnya.

Kendati pipa tersebut bocor, namun dipastikannya, hal itu tidak membuat sistem pengolahan limbah dan air penyaraman ke sejumlah kawasan hotel di Nusa Dua terganggu. Karena debit air di kolam IPAL tidak berkurang drastis. Selain itu, dikarenakan Badung masih dominan dilanda hujan, hal itu cukup membantu sistem penyiraman taman. “Kalau biasanya kita siram tiga kali sehari, itu bisa dikurangi. Sebab tanahnya sudah lembab, jadi kita jaga agar tidak becek,”ucapnya.

Sebelumnya pihak Kecamatan Kutsel mengaku telah turun ke lokasi tersebut. Air hijau yang berwarna pekat tersebut diduga bersumber dari IPAL BTDC yang berlokasi di seberang drainase. Sebab air yang mengucur tersebut memiliki warna yang sama dengan air yang ada di kolam Lagoon BTDC. Selain itu, kondisi air kolam IPAL Lagoon pun menyusut dan nyaris habis, sehingga memperkuat dugaan tersebut. 023

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!