Cadangan Devisa Meningkat

posbali.id

Dongkrak Nilai Tukar Rupiah 

 

MENINGAKATNYA cadangan devisa (Cadev) menjadi menjadi 111,4 miliar dolar AS pada akhir Juli 2016 dibandingkan posisi Juni 2016 yang 109,8 miliar dolar AS, ternyata mampu mendongkrak atau mengatrol nilai tukar rupiah.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (5/8), bergerak menguat 29 poin menjadi Rp13.114 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.143/dolar AS.

“Data Produk Domestik Bruto (PDB) yang meningkat pada triwulan II 2016, menjadi salah satu faktor yang menopang mata uang domestik,” kata pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta.

Ia mengemukakan bahwa BPS mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2016 mencapai 5,18 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 4,91 persen.

“Meningkatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah juga menjadi salah satu faktor yang mendorong ekonomi nasional,” paparnya.

Dia menambahkan bahwa posisi cadangan devisa (Cadev) Indonesia akhir Juli 2016 yang tercatat naik menjadi 111,4 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya turut menjadi sentimen positif bagi rupiah.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menambahkan bahwa fokus pelaku pasar saat ini juga tertuju pada data tenaga kerja Amerika Serikat,  yang akan berpengaruh pada proyeksi kenaikan suku bunga di AS.

“Dolar AS bergerak datar cenderung melemah karena pelaku pasar menunggu laporan tenaga kerja dari AS yang dapat dijadikan petunjuk dalam berinvestasi. Kalangan analis memproyeksikan bank sentral AS berpotensi menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini jika data tenaga kerja cukup kuat,” tuturnya.

Sementara Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Cadev akhir Juli 2016 bertambah 1,6 miliar dolar AS menjadi 111,4 miliar dolar AS dibandingkan posisi Juni 2016 yang sebesar 109,8 miliar dolar AS.

Gubernur BI, Agus Martowardojo, kemarin berkomentar singkat bahwa kondisi cadangan devisa hingga Juli 2016 memang dalam kondisi baik. Peningkatan cadangan devisa dipengaruhi oleh antara lain, penerimaan dari pajak dan devisa migas pemerintah, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valuta asing.

“Penerimaan itu melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI, Arbonas Hutabarat dalam keterangan resminya.

Posisi Cadev itu cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor atau 8,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. tin/ant

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!