BWS diminta turun kembali, menjawab PR dari masyarakat Legian

posbali.id

MANGUPURA, POS BALI – Pihak Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWS BP), selaku penggarap Proyek Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Tukad Mati Tengah yang dilaksanakan di wilayah Legian hingga Umadui, diharapkan turun menemui warga masyarakat Legian. Hal tersebut lantaran sebagian masyarakat Legian merasa tidak puas akan hasil proyek yang dikerjakan pihak Balai. “Memang warga kami menilai pekerjaan yang dilakukan balai ini tidak sesuai ekspektasi mereka. Karena itu mereka mendesak agar kami di LPM untuk mencegat keberlanjutan proyek menuju alur Tukad Mati di Jalan Kresna,”terang Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Legian, Ketut Sudana, Rabu (11/7).

 

Dipaparkannya kekecewaan masyarakat tersebut seperti terkait dengan pohon perindang yang katanya akan diganti, tapi belum jelas seperti apa kebenarannya. Sehingga warga menduga tanaman yang sudah sekian tahun di tanam tersebut akan diganti dengan tanaman dalam pot. Sehingga hal itu ditakutkan akan membuat suasana pinggiran tukad mati akan panas, bukan teduh lagi seperti sekarang. Sebagai kawasan pariwisata tentunya estetika dan kenyamanan wilayah dinilai harus tetap diperhatikan. “Saya harap pihak balai ini bisa lah menemui warga kami, untuk memberikan penjelasan. Saya rasa juga masih ada banyak hal yang masih belum jelas dan perlu dijelaskan, terkait proyek ini. Dulu ini kan sudah dipertanyakan saat sosialisasi, tapi tidak dijawab jelas, jadi ini adalah PR yang harus dijawab. Jangan buat warga kami resah dan seperti kambing congek yang tidak tahu kejelasan,”desaknya.

 

Diketahuinya Lurah Legian sudah berusaha menindaklanjuti harapan masyarakat tersebut, yaitu dengan bersurat dan mempertanyakan point pertanyaan warga. Namun sayangnya hal tersebut justru dibalas dengan surat balasan yang belum membuat masyarakat puas. “Ini kan sama saja berbalas pantun, dengan adanya bersurat artinya ada keluhan yang harus direspon. Tentu ini harus jelas diterima masyarakat kalau hanya dengan jawaban singkat, ini tidak akan mampu menjawab unek-unek masyarakat kami,”sentilnya.

 

Dikonfirmasi terpisah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Sungai Pantai I BWS BP, Wayan Riasa mengaku sudah menjawab pertanyaan warga yang disampaikan lewat lurah Legian dengan surat balasan. Pihaknya juga mengaku akan segera menemui warga, untuk melakukan koordinasi. Namun saat ini pihaknya belum menemukan moment yang tepat, karena terkendala kesibukan masing-masing pihak terkait. “Sejauh ini pembangunan Prasarana Pengandali Banjir Tukad Mati Tengah yang dilaksanakan di wilayah Legian hingga Umadui masih tetap berjalan, progresnya itu sudah mencapai angka 30 persenan,”ucapnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!