Blue Bird Apresiasi Kinerja Polisi

KUTA, POS BALI ONLINE – GM Blue Bird Area Bali dan Lombok dr Putu Gede Panca Wiadnyana membenarkan salah satu taksi dengan nomer lambung 296 dan nopol DK 387 FJ itu dirampas.

Memang terjadi perampasan. Dan siapapun bisa mengalami nasib yang sama seperti perampasan ini. Tapi yang terpenting bagaimana keamanan unit bisa kita kelola dengan baik,” katanya ketika diminta konfi rmasinya, Jumat (10/8).

Sebagai GM Blue Bird Area Bali- Lombok dia sangat mengapresiasi kinerja kepolisian khususnya Polresta Denpasar yang sangat cepat bertindak pasca laporan perampasan yang disampaikan pihaknya ke pihak kepolisian. Menurut dr Panca, pengemudinya didorong di Fame Hotel Sunset Road Kuta dan mobil taksinya dirampas pelaku.

Namun, berkat kecanggihan sistem monitor IT yang dimiliki Blue Bird akhirnya keberadaan diketahui oleh Kantor Pusat Blue Bird melalui GPS Tracker.

Dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak Blue Bird akhirnya melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

“Akhirnya kita trancking dan kita ikuti sampai dapat di Manshion itu. Itu artinya Blue Bird khan aman dan terbukti kecanggihannya. Blue Bird Group juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Polresta Denpasar. Blue Bird Group juga mengapresiasi respons cepat dari kepolisian,” ungkap dr Panca.

Tak berselang lama pasca laporan perampasan dari pihak Blue Bird Bali, anggota Satreskrim Polresta Denpasar langsung meringkus Karisma Gultom (26) di lokasi terakhir pelaku menaruh taksi rampasannya di sebuah Mansion House Jalan Pura Demak VI Denpasar di dekat Cafe Bibir. “Iya benar memang kami amankan pelaku karena melakukan perampasan taksi,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo saat dihubungi.

Hadi menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman mengenai aksi yang dilakukan pelaku apakah terkait dengan beberapa perampasan kendaraan sebelumnya. Pihak kepolisian mengapresiasi pihak Blue Bird karena dengan sistem IT canggih yang dimilikinya sehingga polisi segera berhasil menangkap pelaku. “Kini pelaku dalam pemeriksaan di Mapolresta Denpasar. Untuk penyelidikan tentang keanggotaan ormas masih kami dalami. Karena itu, masih terus dilakukan pendalaman kasusnya,” tutup Hadi. 016

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *