BIPPLH Dorong Pelindo Percepat Penataan Pelabuhan Benoa

posbali.id

DENPASAR, POSBALI.ID  – Badan Independen Pemantau Pembangunan dan Lingkungan Hidup (BIPPLH) mendorong PT Pelindo III Cabang Benoa mempercepat penataan Pelabuhan Benoa yang saat ini tengah berjalan. Dengan demikian, Pelabuhan Benoa akan lebih cepat memberikan manfaat bagi Bali khususnya untuk bersandarnya kapal pesiar besar dan memudahkan kegiatan ekspor-impor.

“BIPPLH sudah bicara banyak dengan otoritas di sana. Dan kami mendapatkan cukup informasi tentang apa yang Pelindo lakukan. Kami ditunjukkan langsung di lapangan, melihat apa yang mereka kerjakan, apa-apa saja yang akan dikerjakan,” ujar Ketua Umum BIPPLH, Komang Gede Subudi, Rabu (12/12) di Denpasar.

Subudi mengatakan, setelah menemui Pelindo, BIPPLH mendapatkan informasi bahwa selama enam bulan sebelumnya Pelindo melakukan penataan pelabuhan dalam rangka menyambut pertemuan IMF-WB. Sekarang mulai dilakukan penataan lanjutan. Dalam hal ini Pelindo mengusung salah satu program Nawacita Presiden Jokowi, yakni tol laut. “Jadi ini untuk menyukseskan program Pemerintah. Ke depan tol laut menjadi pintu gerbang peradaban laut,” katanya.

Ia menuturkan, sebelumnya BIPPLH juga mempertanyakan apenataan yang dilakukan di Pelabuhan Benoa. Setelah didatangi, pihak Pelindo cukup terbuka menyampaikan informasi mengenai penataan tersebut. Oleh karena itu, ketika ada pihak lain seperti Walhi Bali merasa tidak diberikan akses untuk mendapatkan infomasi mengenai penataan Pelabuhan Benoa, BIPPLH justru merasa heran. Terlebih lagi Walhi Bali lantas menggugat Pelindo di Komisi Informasi (KI) Provinsi Bali.

“Jadi saya juga merasa ada tanda tanya, kenapa Walhi merasa tidak diberikan akses untuk mendapatkan infomasi. Sesama LSM lingkungan, aktivis lingkungan, saya paham apa yang dirasakan Walhi. Jadi proses itu kita persilakan saja, tetapi yang pasti, kami BIPPLH sangat dimudahkan oleh otoritas Pelindo untuk mendapatkan akses informasi yang menurut kami sudah cukup,” ujarnya.

Di sisi lain BIPPLH tetap mendorong PT Pelindo III Benoa memberi informasi yang cukup kepada masyarakat – apakah melalui media cetak ataupun elektronik- mengenai aktivitas penataan yang dilakukan di Pelabuhan Benoa. Dengan begitu, tidak terkesan ada informasi yang tersumbat. “Saya mengharapkan masyarakat tidak apriori kepada pemerintah yang sedang membangun untuk kemajuan, namun pembangunan itu tetap dikawal. Saya sebagai aktivis lingkungan juga sangat kritis kepada otoritas di sana supaya pembangunan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan,” tegasnya.

MANFAAT BESAR UNTUK BALI

Subudi berpendapat, penataan Pelabuhan Benoa sebenarnya memiliki manfaat yang besar untuk pariwisata Bali, sebab pelabuhan tersebut akan menjadi pintu gerbang kedatangan wisatawan dalam jumlah besar. “Pelindo mengatakan, pertama, akan dibangun dermaga, sarana untuk bersandarnya kapal-kapal besar yang mengangkut wisatawan ke Bali. Itu salah satu target yang akan dikerjakan segera. Tentu masyarakat Bali perlu menyambut baik hal ini, karena hal ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan. Wisatawan yang turun dari kapal pesiar pastinya wisatawan yang berduit,” jelasnya.

Ia memaparkan, pesona wisata menggunakan kapal pesiar mewah semakin digandrungi sejak beberapa tahun terakhir. Untuk itu, Bali harus menyiapkan diri lebih cepat menyambut kedatangan kapal pesiar dalam jumlah banyak, maka itu sarana pelabuhan yang memadai sangat penting. “Permintaan paket wisata menggunakan kapal pesiar mengalami peningkatan, baik di Eropa, Amerika, Australia, bahkan sejumlah negara Asia. Saya sempat berkunjung ke Australia, Belanda, AS, kebetulan di sana ada anak, adik, dan keluarga saya. Memang kenyataan di sana, wisata kapal pesiar terus meningkat,” papar Subudi.

Selanjutnya, penataan Pelabuhan Benoa juga sangat berpotensi untuk memudahkan kegiatan ekspor-impor. Seperti diberitakan media massa, Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bali, AA Ngurah Alit Wiraputra,mengatakan selama ini eksportir dari Bali harus menanggung beban biaya yang cukup besar karena mengirim barang dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Pengiriman barang dari Pelabuhan Benoa akan mengurangi biaya yang ditimbulkan dari kegiatan ekspor maupun impor.

“Saya sepakat dengan apa yang disampaikan Kadin Bali sebagai pengusaha, saya juga sebagai pengusaha melihat cukup realistis statement yang disampaikan oleh Kadin, Pelabuhan Benoa dapat mempermudah ekspor sehingga menjadi lebih efisien,” jelas Subudi.

Terkait mengenai adanya mangrove mati karena aktivitas reklamasi dalam penataan Pelabuhan Benoa, Subudi mengaku sudah mengkonfirmasi hal itu kepada pihak Pelindo. Menurut Pelindo, memang sejak lama sedimentasi di kawasan tersebut tinggi yang juga mempengaruhi kehidupan mangrove. “Mangrove-mangrove itu sudah mati sebelum ada reklamasi. Pelindo berjanji akan melakukan konservasi dan penanaman bibit mangrove tahun depan, paling lambat Februari, sekurang-kurangnya 40 ribu pohon. Saya sebagai aktivis lingkungan, ini yang saya tunggu,” ucapnya. 026

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!