BI Harapkan Bansos Non-Tunai Meluas

posbali.id

BANK Indonesia (BI) mengharapkan penyaluran bantuan sosial (Bansos) melalui medium non-tunai seperti konsep e-waroeng untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dapat meluas, dan diterapkan di seluruh Indonesia.

Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan kini terdapat 114.154 agen Layanan Keuangan Digital dan Laku Pandai bank-bank BUMN di Indonesia, yang bisa menjajaki untuk turut mendirikan e-waroeng, asalkan memenuhi syarat dan prinsip kehati-hatian dari perbankan.

“Ini menunjukkan bahwa yang menjadi agen laku pandai ini, paling tidak ada 114 ribu agen yang siap untuk ditunjuk oleh Menteri Sosial jadi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan,” ujarnya dalam peluncuran proyek percontohan bantuan sosial secara non-tunai dan peluncuran ewaroeng KUBE PKH Himpuan Bank-Bank Negara di Johar Baru, Jakarta, Kamis (18/8).

Dalam proyek percontohan warung elektronik gotong royong (e-waroeng) di Johar Baru tersebut, bantuan sosial yang bisa diterima oleh masyarakat adalah beras sejahtera (Rastra), dan PKH.

Agus mengatakan dengan e-waroeng, masyarakat tinggal membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang diterbitkan oleh empat bank dalam Himbara, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indoensia dan Bank Tabungan Negara.

Dengan KKS tersebut, masyarakat dapat menerima bahan pangan pokok rastra yaitu beras, gula, tepung, dan minyak dengan harga subsidi. ant

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!