Bentengi Generasi Muda dari Dampak Negatif Globalisasi

posbali.id

POS BALI/GIA

Bupati Bangli I Made Gianyar menyerahkan punia kepada sulinggih.


BANGLI, POS BALI – Sebagai prosesi terakhir dari rangkaian hari suci Nyepi yang dimulai dari pemelastian, tawur agung, dan pelaksanaan catur brata penyepian,   Pemerintah Kabupaten Bangli, Kamis (28/4) menggelar Dharma Santi serangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1938.

Dharma santi yang dipusatkan di Kantor Bupati Bangli dihadiri Bupati Bangli I Made Gianyar, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Paruman Sulinggih se-Bangli, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Bangli, Ketua harian PHDI Bangli Nyoman Sukra, perwakilan lembaga tinggi agama,   pimpinan SKPD.

Dharma santi yang dipusatkan di Kantor Bupati Bangli dihadiri Bupati Bangli I Made Gianyar, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Paruman Sulinggih se-Bangli, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Bangli, Ketua harian PHDI Bangli Nyoman Sukra, perwakilan lembaga tinggi agama,   pimpinan SKPD .

Bupati Made Gianyar menyampaikan, di era globalisasi seperti sekarang, pengaruh dari luar sangat dirasakan. Dimana belakangan ini banyak kasus yang mengemuka yakni narkoba masuk desa dan kasus bunuh diri cukup tinggi. Untuk itu kepada para sulinggih dan pinandita diharapkan tidak henti hentinya mendoakan alam beserta isinya serta memberikan tuntunan kepada umat sedharma khususnya generasi muda agar Ajeg Bali dengan pondasi Ajaran Agama Hindu bisa terus dipertahankan.

“Belakangan banyak kasus narkoba masuk desa dan angka bunuh diri cukup tinggi, oleh karenanya kita mohonkan kepada para sulinggih dan pinandita untuk tidak henti hentinya mendoakan dan membentengi generasi muda dari pengaruh negatif,”harapnya.

Hal senada juga disampaikan Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, menurutnya permasalahan sosial yang belakangan sering terjadi tentu tidak lepas dari pengaruh globalisasi. Namun kata dia, globalisasi tidak selalu berdampak buruk, banyak hal positif juga bisa didapatkan asal kita pandai menyaring perkembangan ini.

Lanjut dia, untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi diperlukan pondasi agama yang kuat, sehingga mereka bisa memilah mana yang baik dan mana yang salah. Oleh karenanya Dharma Shanti ini sangat penting dilaksanakan dalam upaya ngajegang sastra agama utamanya mengenai tata krama maupun sesanti agama hindu di Bali disamping meningkatkan paiketan dan kebersamaan diantara umat Hindu dengan menjalin silahturahmi diantara sulinggih dan pinandita di Kabupaten Bangli serta umat Hindu se-Dharma.

“Kita berharap dengan pelaksanaan Dharma Santi ini, umat Hindu khususnya di Kabupaten Bangli mendapat tuntunan untuk menata kehidupannya sesuai dengan sastra dan ajaran agama Hindu”harapnya. Seusai Dharma Shanti berlangsung, Bupati Bangli I Made Gianyar dan Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta juga menyerahkan punia kepada 53 sulinggih dan 5 pinandita. 028

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id
error: PosBali.id Content is protected!