Bendesa Jimbaran segera kumpulkan pengusaha hotel untuk diberikan penekanan

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Faktor tenaga kerja lokal yang bekerja di Balquisse Heritage Hotel menjadi dasar Bendesa Adat Jimbaran, Made Budiartha menjamin pihak hotel agar tidak diperkarakan lebih lanjut ke ranah hukum. Hal tersebut mencuat setelah pihak hotel memposting adanya lowongan kerja (loker) yang bernada diskriminatif dan sara. Sehingga memancing berbagai reaksi dari elemen masyarakat, terlebih lagi hal tersebut dikhususkan seolah mengesampingkan umat hindu yang notabene selaku masyarakat lokal. “Kalau kita tutup, warga kita yang juga merupakan ‘pengarep’ (asli) ini bekerja disana. Kalau hotel itu sampai ditutup, tentu ini akan membuat warga kita kehilangan mata pencahariannya. Ini juga akan menimbulkan masalah baru nantinya di jimbaran, terkait pengangguran,”ujar Budiartha dihubungi Minggu (10/6).

 

Diceritakannya, semula ia mengaku tidak tahu adanya postingan sara yang dinaksud, sebab ia tidak terlalu aktif di dunia maya (FB). Informasi tersebut diketahuinya dari pihak Jimbaran bersatu, yang mengaku ingin mendatangi pihak hotel untuk mempertegas maksud dari postingan loker bernada sara tersebut. Sebab masyarakat diakuinya cukup terpancing karena hal itu, apalagi itu menjelang hari raya Kuningan. “Untuk mencegah anak kita ini meluapkan emosi berlebihan dna tidak terkontrol, karena itu kita dampingi kesana. Darisana lah disepakati bahwa hotel itu membuat kesepakatan agar tidak mengulangi perbuatannya ini, dengan poin-poin penekanan,”jelasnya.

 

Setelah pertemuan, Jumat (8/6) telah terlaksana denga  melibatkan Cakrawayu Bali dan Jaringan Hindu Nusantara, pihak hotel keesokan harinya ternyata mendatangi kediamannya. Tujuan mereka adalah menyampaikan permohonan maaf secara resmi, dengan cara bersurat. Pihak manajemen hotel yang diwakili 6 orang jajarannya menegaskan loker tersebut diposting oleh staffnya, tanpa adanya koordinasi dengan manajemen hotel. “Mereka minta tolong untuk dibantu meredam suasana yang kisruh akibat postingan loker mereka. Pihak hotel mengaku tidak bermaksud melakukan hal itu dan tidak menyangka kasus itu akan menimbulkan efek yang sangat besar,”paparnya.

 

Kendati memberikan jaminan, namun pihaknya mengaku akan memberikan tindakan tegas, jika sampai kejadian serupa kembali diulangi pihak hotel. Ia berharap kejadian tersebut merupakan hal yang pertama kali terjadi di Jimbaran dan menjadi yang terakhir. Pihak hotel diharapkan belajar dsri pengalaman tersebut, untuk jangan mengulanginya kembali. Karen itu ditekankannya sangatlah fatal menimbulkan kekisruhan di masyarakat. Dalam beberapa minggu ini, pihaknya mengaku akan kita kembali mendatangi pihak hotel, untuk mempertanyakan keterserapan tenaga kerja lokal dan kelayakan gaji yang diterima mereka. “Selama saya menjadi bendesa adat, pihak hotel tidak pernah berkomunikasi dengan kami di desa adat. Baru ada kasus seperti itulah pihak hotel mau membuka diri dan menjalin komunikasi,”sebutnya.

 

Dipaparkannya jumlah kamar di hotel tersebut memang tidaklah banyak, sekitar 16-18 kamar. Namun diketahuinya kunjungan wisatawan yang menginap disana sangat tinggi. Pihaknya juga mengaku akan mengumpulkan semua pihak hotel  yang berada di wewidangan desa adat Jimbaran, untuk menekankan agar tidak ada lagi loker yang kembali bersifat sara terjadi di Jimbaran. “Kita masih lihat waktu yang tepat, karena habis upacara adat dan ada kegiatan adat di desa,”tandasnya.

 

Dikonfirmasi terpisah Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Badung Ida Bagus Oka Dirga ketika dikonfirmasi masalah tersebut mengaku akan mengatensi hal itu, dimana ia mengaku akan turun esok (hari ini). Namun anehnya, saat ini Pemkab Badung diketahui sedang dalam masa cuti bersama hingga tanggal 20 Juni. “Besok kita akan turun,”singkatnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!